
BP3MI Kepri fasilitasi keberangkatan tiga PMI bekerja di Malaysia

Tanjungpinang (ANTARA) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Kepulauan Riau (BP3MI Kepri) memfasilitasi keberangkatan tiga orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di sektor formal dengan negara tujuan Malaysia, melalui Pelabuhan Internasional Tanjung Balai Karimun.
Kepala BP3MI Kepri Kombes Pol Imam Riyadi mengatakan pengawasan di pintu-pintu keberangkatan, khususnya pelabuhan merupakan instrumen krusial dalam rantai pelindungan pekerja migran.
"Kami ingin memastikan setiap anak bangsa yang bekerja ke luar negeri berangkat dengan kepala tegak, dibekali dokumen yang sah, dan dilindungi oleh hukum," kata Kombes Imam di Tanjungpinang, Sabtu.
Ia menyampaikan fasilitasi keberangkatan ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada para pekerja tanah air sejak dari pintu embarkasi.
Adapun ketiga PMI tersebut diberangkatkan melalui PT Bumi Mas Antarnusa dengan skema Private to Private (P to P). Mereka akan bekerja di sektor formal, sebagai Agricultural Labour atau tenaga kerja pertanian di Malaysia.
Imam turut berpesan agar para PMI tidak hanya fokus pada pekerjaan, tetapi juga menjaga nama baik bangsa serta memahami hak dan kewajiban mereka selama berada di negeri jiran.
Dia mengimbau PMI yang menghadapi kendala atau permasalahan di tempat kerja, dapat segera melapor melalui jalur resmi yang disediakan oleh perwakilan Pemerintah RI di Malaysia.
"Ingat, bekerja secara prosedural adalah langkah awal untuk meraih kesuksesan yang aman," ujarnya pula.
Imam memastikan sebelum diberangkatkan, tiga PMI tersebut telah memenuhi seluruh dokumen dan persyaratan legalitas, termasuk menyelesaikan Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP), serta kepemilikan Elektronik Kartu Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (E-KPMI) yang diterbitkan oleh Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kabupaten Karimun.
Pewarta : Ogen
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
