
UI kolaborasi dengan Universiti Sains Malaysia kembangkan ekonomi biru

Depok (ANTARA) - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi dengan Fakultas Biological Sciences Universiti Sains Malaysia (USM) mengembangkan ekonomi biru berbasis masyarakat di Pulau Langkawi, Malaysia.
"Kolaborasi ini dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat pesisir melalui kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat antara Indonesia dan Malaysia," kata Ketua tim pengabdian masyarakat FMIPA UI Dr Retno Lestari di Depok, Rabu.
Langkawi sendiri dipilih sebagai lokus pembelajaran karena memiliki karakteristik wilayah yang serupa dengan kawasan pesisir di Indonesia, sehingga model pemberdayaan yang tengah dilakukan diproyeksikan relevan pula untuk diterapkan di Indonesia.
Pulau Langkawi sendiri, selain menjadi destinasi wisata bahari utama Malaysia, juga berstatus UNESCO Global Geopark dengan model pengelolaan yang mengintegrasikan konservasi, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat.
Retno Lestari menyampaikan Langkawi merupakan pusat wisata bahari nomor satu di Malaysia dan berstatus UNESCO Global Geopark.
Kondisi itu, menurut dia, mirip dengan kawasan seperti Kepulauan Seribu maupun Bali-Lombok, sehingga model yang diterapkan di sini dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia.
Lebih lanjut, Retno mengatakan tantangan terbesar pengembangan ekonomi biru di Indonesia maupun Asia Tenggara bukan hanya pengelolaan sumber daya laut, tetapi juga
kesenjangan ekonomi, pemerataan pendidikan berbasis riset di wilayah pesisir, serta pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.
Karena itu, FMIPA UI tidak hanya melakukan transfer pengetahuan, tetapi juga mengembangkan model pemberdayaan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Selama pelaksanaan program, tim UI dan USM melaksanakan survei UMKM, pelatihan pemasaran digital, kampanye ekonomi biru, diskusi budidaya tiram berkelanjutan, serta dialog bersama komunitas Geotrail Mangrove Kubang Badak.
Secara total, 41 peserta dari sekitar 15–20 UMKM mengikuti agenda tersebut dan memberi manfaat kepada 91 masyarakat pesisir di Langkawi.
Kolaborasi itu merupakan kelanjutan dari program SustainaBlue, sebuah inisiatif yang didukung Uni Eropa untuk meningkatkan kualitas pendidikan ekonomi biru di perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia.
Program tersebut berhasil menghadirkan Modul SustainaBlue, sebuah platform pembelajaran daring yang dikembangkan bersama UI, USM, dan mitra universitas lain untuk kemanfaatan mahasiswa maupun masyarakat umum.
Sementara itu, Direktur Centre for Marine and Coastal Studies (CEMACS) USM Prof Mahadi Mohammad menegaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam memperluas dampak ekonomi biru.
“Melalui kolaborasi ini, kami menargetkan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai ekonomi biru. Ke depannya, kami berharap dapat memperbanyak jumlah proyek, meningkatkan kualitas program, serta memastikan keberlanjutan kerja sama ini,” ujar dia.
Pewarta : Feru Lantara
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
