
IRGC klaim serang pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Moskow (ANTARA) - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Kamis, mengeklaim telah menyerang empat pangkalan militer milik Amerika Serikat, masing-masing dua di Kuwait dan Bahrain, sebagai respons atas serangan AS terhadap Iran.
Dalam pernyataan yang dikutip Press TV, IRGC menyatakan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi di provinsi-provinsi pesisir selatan Iran, dengan tindakan pengkhianatan yang kembali melanggar komitmen.
"Pada tahap pertama respons balasan kami, pasukan angkatan laut dan kedirgantaraan IRGC melancarkan serangan gabungan menggunakan rudal dan drone terhadap Camp Arifjan dan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, serta pangkalan AS di Juffair dan Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain," bunyi pernyataan tersebut.
IRGC akan memperluas serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan tersebut jika Washington terus melanjutkan agresi militer.
Sebelumnya, Rabu (8/7), militer Iran menyatakan siap menyerang semua pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah apabila Washington kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
Pada Rabu dini hari, pasukan Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan besar terhadap Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan tindakan Iran yang menargetkan kapal-kapal komersial karena melintasi Selat Hormuz.
"Konsekuensi dari pelanggaran gencatan senjata yang berulang (oleh Amerika Serikat) menjadi tanggung jawab Amerika Serikat yang kriminal. Seluruh pangkalan mereka akan menjadi sasaran yang sah untuk diserang menggunakan drone militer," demikian pernyataan militer Iran seperti dikutip Kantor Berita IRNA.
Militer Iran juga mengatakan telah menyerang target di Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IRGC klaim serang pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
