Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

China minta AS dan Iran tetap berkomitmen pada nota kesepahaman

Jumat, 10 Juli 2026 11:37 WIB
Image Print
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Beijing (ANTARA) - Pemerintah China meminta agar Amerika Serikat dan iran tetap berkomitmen menjaga perdamaian berdasarkan nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada Juni lalu.

"Kami menyerukan kepada AS dan Iran untuk menindaklanjuti nota kesepahaman mereka, menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan negosiasi, dan menghindari penggunaan kekerasan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing.

Pada 14 Juni, Iran dan AS mengumumkan telah mencapai kesepahaman 14 poin melalui mediasi Pakistan untuk mengakhiri perang dan menyelesaikan perselisihan melalui dialog serta negosiasi.

MoU tersebut mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.

Namun, pada Selasa malam (7/7) Komando Pusat AS (CENTCOM) mengkonfirmasi telah meluncurkan serangkaian serangan baru terhadap sejumlah 80 titik militer di Iran. Mereka mengeklaim serangan tersebut sebagai balasan atas serangan Iran terhadap sejumlah kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Pada Rabu (8/7) pagi, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan bahwa mereka meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap 85 titik militer AS di Timur Tengah, termasuk Pelabuhan Salman dan markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, dan Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.

"Kami mengikuti perkembangan terkini di Timur Tengah dengan saksama. Memulai kembali konflik tidak menguntungkan pihak mana pun, cara militer tidak dapat menyelesaikan masalah mendasar," tegas Mao Ning.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, juga pada Rabu, kemudian menyatakan bahwa nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani dengan Iran untuk mengakhiri konflik telah berakhir.

"Ini pertanyaan yang sangat menarik bagi saya. Saya rasa itu sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka (Iran) lagi. Mereka sampah," kata Trump kepada wartawan di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki.

Ia mengisyaratkan kesabarannya terhadap upaya diplomasi sudah berakhir menyusul serangan Iran terhadap kapal-kapal dagang, dengan dirinya menyebut para pemimpin Iran di Teheran sebagai “pembohong”.

Trump mengaku tak tahu apakah situasi yang melibatkan Iran akan kembali memanas hingga menjadi konflik militer berskala penuh, tetapi dia menekankan AS memiliki banyak cara untuk menang jika hal itu terjadi.

Ia juga menegaskan bahwa fokus utama Washington kali ini adalah untuk mengupayakan “denuklirisasi” penuh Iran.

Serangan AS terhadap lima provinsi di Iran pada 8-9 Juli pun menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 78 lainnya, demikian laporan Kementerian Kesehatan Iran pada Kamis.

Menurut kementerian, 47 korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara korban lainnya telah dipulangkan setelah mendapatkan penanganan medis.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: China minta AS dan Iran tetap berkomitmen pada nota kesepahaman



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026