
Guru: CLC di Malaysia kurangi keterlibatan anak PMI di ladang sawit

Kuala Lumpur (ANTARA) - Keberadaan pusat komunitas belajar (community learning center/CLC) Indonesia di Sabah dan Sarawak, Malaysia, untuk mengurangi keterlibatan anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) dalam mengikuti orang tuanya bekerja di ladang sawit.
Hal tersebut disampaikan salah satu guru CLC Cerdas di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, Romi Rullyandi dalam perbincangan dengan ANTARA, berkaitan Hari Anak Nasional sekaligus menyambut bulan kemerdekaan Republik Indonesia.
"Keberadaan CLC sudah meminimalisir orang tua yang melibatkan anak-anaknya bekerja," kata Romi.
CLC merupakan pusat pendidikan yang menyediakan fasilitas sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) untuk anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI), khususnya yang berada di wilayah Sabah dan Sarawak, di mana pada daerah itu terdapat banyak PMI pekerja ladang.
Romi menyampaikan sebelum ada CLC di beberapa daerah ladang, tidak sedikit PMI yang melibatkan anak-anaknya ikut bekerja, baik hanya sekadar mengajak ke lokasi bekerja, maupun sampai anak tersebut diajak ikut memungut biji sawit di ladang alias bekerja.
"Kami bersyukur keberadaan CLC sekarang sudah meluas, sehingga hal-hal tersebut sudah jarang lagi kita jumpai karena orang tua sudah menyadari bahwa pemerintah kita memberikan wadah pendidikan bagi anak-anaknya melalui CLC," kata Romi.
Menurut Romi, keberadaan CLC yang tersebar hampir di seluruh perusahaan ladang sawit di Sabah dan Sarawak, serta di beberapa daerah bandar, sangat membantu dalam pemenuhan pendidikan anak-anak PMI.
"Keberadaan CLC ini ditujukan untuk memfasilitasi pelayanan pendidikan anak-anak PMI, walaupun pelayanan pendidikan di CLC baru sebatas jenjang SD dan SMP saja," kata Romi.
Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur Raden Ahmad Romadhoni menyampaikan kepada ANTARA, berdasarkan data Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), hingga bulan Mei 2026, jumlah CLC di wilayah Malaysia timur yang meliputi Sabah dan Sarawak berjumlah 302 CLC.
Jumlah tersebut terdiri atas 240 CLC di Sabah dan 62 CLC di Sarawak.
Dari keseluruhan CLC itu, jumlah CLC yang sudah memiliki permit atau izin operasional yakni sebanyak 97 CLC di Sabah dan 16 CLC di Sarawak. Sementara itu 44 CLC lain masih mengajukan permit, dan sisanya belum mengajukan.
Adapun jumlah siswa-siswi CLC di Kota Kinabalu, Tawau dan Sarawak sebanyak 22.031 orang.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Guru: CLC di Malaysia kurangi keterlibatan anak PMI di ladang sawit
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
