Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Isu kopilot pembawa ekstasi dibahas dalam rapat kabinet Malaysia

Rabu, 5 Agustus 2026 14:41 WIB
Image Print
Tangkapan layar Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil memberikan keterangan secara daring dari Putrajaya, Malaysia, Rabu (5/8/2026). (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)
Sehubungan penahanan kopilot MAS (Malaysia Airlines) di Jakarta, jajaran kabinet telah mendapatkan informasi

Kuala Lumpur (ANTARA) - Isu mengenai kopilot asal Malaysia yang tertangkap akan menyelundupkan ekstasi ke Indonesia, turut dilaporkan dan dibahas dalam rapat kabinet pemerintahan Malaysia, di Putrajaya, Malaysia, Rabu.

Hal tersebut disampaikan Menteri Komunikasi Malaysia sekaligus Juru Bicara Pemerintah Malaysia, Fahmi Fadzil dalam konferensi pers daring seusai rapat kabinet, yang disaksikan dari Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu.

"Sehubungan penahanan kopilot MAS (Malaysia Airlines) di Jakarta, jajaran kabinet telah mendapatkan informasi dari pihak Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Perhubungan bahwa beberapa langkah perbaikan perlu dilaksanakan segera," kata Fahmi Fadzil.

Fahmi mengatakan saat ini kasus tersebut masih aktif diselidiki otoritas Indonesia. Pemerintah Malaysia akan melakukan kajian jika telah menerima laporan penuh, sambil mempertimbangkan tindakan berikutnya yang perlu dilakukan.

Malaysia juga mempertimbangkan penugasan anggota kepolisian di dalam Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) untuk mencegah hal serupa terjadi, termasuk mendorong pihak maskapai melakukan perbaikan dalam seleksi ketat kru penerbangan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Isu kopilot pembawa ekstasi dibahas dalam rapat kabinet Malaysia



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026