Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

KJRI Kuching tanamkan semangat perjuangan kepada anak PMI di Sarawak

Selasa, 11 Agustus 2026 13:17 WIB
Image Print
Konjen RI Kuching Abdullah Zulkifli bersama pelajar CLC di Miri, Sarawak, Minggu (9/8/2026). (ANTARA/HO-Pensosbud KJRI Kuching)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching menanamkan semangat perjuangan kepada anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI), yang belajar di Pusat Komunitas Belajar (Community Learning Center/CLC) Ladang 3 SPAD.

Hal tersebut dilakukan dalam acara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar oleh CLC Ladang 3 SPAD, di Miri, Sarawak, Minggu (9/6) seperti keterangan KJRI Kuching yang diterima ANTARA di Kuala Lumpur, Selasa.

Kegiatan yang melibatkan 105 siswa tersebut berlangsung meriah dalam suasana penuh keceriaan dan kebersamaan.

Sejumlah permainan khas kemerdekaan turut digelar, antara lain tarik tambang, estafet tepung, balap karung, sepak bola corong, serta lomba makan biskuit tanpa menggunakan tangan.

Selain menghadirkan kegembiraan bagi para siswa, kegiatan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan sportivitas, kerja sama, kekompakan, dan semangat kebersamaan.

Konsul Jenderal RI di Kuching Abdullah Zulkifli menyampaikan apresiasi atas semangat para siswa dalam mengikuti rangkaian perlombaan. Konjen RI menekankan bahwa dalam kehidupan, menang dan kalah merupakan hal yang biasa.

“Dalam hidup kita harus terus berjuang, jangan menyerah. Menang dan kalah merupakan bagian dari sebuah kompetisi. Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat belajar dari setiap pengalaman, termasuk dari kekalahan, untuk dijadikan sebagai pengalaman dan pembelajaran untuk menjadi lebih baik di masa mendatang,” ujar Konjen RI dalam sambutannya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan manajemen Ladang 3 Sarawak Plantation Agriculture Development (SPAD), yaitu Assistant General Manager Philip Liew Ket Leong, dan Deputy Chief Operating Officer Wan Mohamad Nisal Bin Wan Sembok, beserta jajaran.

KJRI menyampaikan kehadiran manajemen SPAD menunjukkan dukungan dan perhatian pihak perusahaan terhadap kegiatan pendidikan dan pembinaan anak-anak pekerja migran Indonesia di lingkungan perkebunan.

Dukungan tersebut juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Melalui sinergi antara KJRI Kuching, perusahaan kelapa sawit selaku pengelola CLC, dan guru-guru CLC, berbagai kegiatan pendidikan dan pembinaan dapat terus dilaksanakan untuk mendukung perkembangan akademik maupun karakter para siswa, sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air.

Dengan demikian, anak-anak Indonesia di Sarawak tidak hanya memperoleh kesempatan untuk belajar dan berkembang, tetapi juga tetap mengenal, menghargai, dan mencintai Indonesia di mana pun mereka berada.

Pelajar CLC mengikuti pelrombaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, di Miri, Sarawak, Malaysia, Minggu (9/8/2026). (ANTARA/HO-Pensosbud KJRI Kuching)

Kegiatan perlombaan HUT ke-81 RI di CLC Ladang 3 SPAD juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, sportivitas, kerja sama, dan gotong-royong kepada para siswa.

Melalui kegiatan tersebut, semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui perlombaan, tetapi juga diwujudkan dalam kebersamaan dan semangat untuk terus berkembang dan meraih prestasi.

KJRI Kuching menyatakan terus berkomitmen mendukung penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan karakter bagi anak-anak Indonesia di Sarawak, termasuk melalui keberadaan CLC sebagai salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah Indonesia terhadap pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026