
Polisi dan TNI lakukan pencegahan karhutla di Lebak

Lebak (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Lebak dan TNI melakukan kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah itu, sehubungan musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
Kapolres Lebak AKBP Arninsi di Lebak, Selasa, mengatakan pihaknya bersama TNI melakukan pemantauan di sekitar hutan Panggarangan guna pencegahan Karhutla, sehubungan musim kemarau panjang.
Selain itu juga pihaknya mengimbau masyarakat yang membuka lahan untuk ladang pertanian agar tidak membakar rerumputan ilalang yang kering.
Begitu juga masyarakat diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan ke areal hutan, karena khawatir terjadi kebakaran.
Selama ini, Kabupaten Lebak adalah wilayah terluas memiliki kawasan hutan, di antaranya hutan konservasi TNGHS, hutan adat Badui, hutan produksi serta hutan milik masyarakat.
"Kami setiap hari rutin dengan TNI melakukan pemantauan di kawasan hutan guna mencegah karhutla," kata AKBP Arninsi.
Kanit Binmas Polsek Panggarangan Kabupaten Lebak Aipda Ferry Alamsyah mengatakan pihaknya mensosialisasikan pencegahan Karhutla di sekitar masyarakat yang tinggal di hutan kaki gunung kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Bahkan, pihaknya pada Selasa (11/8) dengan masyarakat dan tokoh serta pemuka adat di Desa Sukajadi, Kecamatan Panggarangan menjaga untuk mencegah karhutla.
"Kami berharap jangan sampai kawasan hutan mengalami karhutla, sehingga perlu penjagaan sehubungan musim kemarau panjang," katanya menjelaskan.
Sementara itu, anggota TNI Sertu Asep mengatakan, sebagai petugas Babinsa di Desa Sukajadi ia mengoptimalkan pemantauan dan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga kawasan hutan tidak terjadi karhutla.
"Kami bersama kepolisian dan masyarakat menjaga lingkungan dan masyarakat (diminta) segera melaporkan apabila menemukan adanya potensi kebakaran," katanya menjelaskan.
Pewarta : Mansyur suryana
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
