Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

AS dilaporkan uji coba perdana sistem pertahanan Golden Dome

Rabu, 12 Agustus 2026 21:45 WIB
Image Print
Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat. ANTARA/Pixabay

Washington (ANTARA) - Para pengembang sistem pencegat berbasis ruang angkasa bagi program sistem pertahanan rudal Kubah Emas (Golden Dome) Amerika Serikat telah memulai tahap pengujian berikutnya setelah berhasil menyelesaikan uji coba awal.

Hal itu disampaikan oleh Jenderal Angkatan Luar Angkasa AS Michael Guetlein, yang memimpin proyek tersebut, seperti dilaporkan Bloomberg.

Sebelumnya, Bloomberg melaporkan Pentagon akan menyelesaikan uji coba awal dalam rangka program pertahanan rudal berbasis ruang angkasa tersebut pada akhir 2026.

Menurut jaringan berita bisnis dan finansial AS itu, uji coba awal mencakup pengiriman data dari sensor ke pesawat penangkap, serta pengujian sistem tenaga penggerak pesawat luar angkasa.

Dalam sebuah konferensi pada Selasa (11/8), Jenderal Guetlein mengatakan perusahaan-perusahaan pengembang kini telah beralih ke tahap berikutnya, yakni menguji teknologi itu secara langsung di luar angkasa.

Pada Mei 2025, Presiden AS Donald Trump mengumumkan proyek sistem pertahanan rudal Kubah Emas AS, yang diperkirakan akan menelan biaya hampir $175 miliar (sekitar Rp3,1 kuadriliun).

Perisai berlapis-lapis dalam sistem pertahanan rudal itu akan mengintegrasikan sistem darat, laut, dan antariksa untuk melindungi AS dari ancaman rudal. Uji coba dalam skala besar dijadwalkan berlangsung untuk pertama kalinya pada akhir tahun 2028.

Sumber: Sputnik



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS dilaporkan uji coba perdana sistem pertahanan Golden Dome



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026