Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Truk imigrasi tabrak pejalan kaki di Kuala Lumpur, jadi sorotan PM Malaysia

Rabu, 19 Agustus 2026 10:35 WIB
Image Print
Ilustrasi truk Direktorat Imigrasi Malaysia membawa sejumlah pekerja migran. (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Sebuah truk milik Departemen imigrasi Malaysia (JIM) dikabarkan menabrak pejalan kaki, dan menewaskan tiga orang, di Kuala Lumpur, Rabu dini hari.

Kepala Departemen Investigasi dan Penegakan Lalu Lintas Kuala Lumpur (JSPT), ACP Mohd Zamzuri Mohd Isa, dalam laporan BERNAMA, mengatakan bahwa dalam kejadian di Jalan Sultan Ismail tersebut, truk imigrasi tanpa muatan sedang dalam perjalanan dari Kantor Imigrasi Kuala Lumpur ke Chow Kit untuk operasi imigran ilegal.

Dia mengatakan berdasarkan penyelidikan awal, truk imigrasi dikemudikan petugas berusia 43 tahun, dengan lampu dan sirine menyala, memasuki persimpangan ketika lampu lalu lintas di jalurnya berwarna merah.

Pada saat yang sama, sebuah mobil jenis Proton Saga yang dikendarai oleh seorang pria berusia 50 tahun melaju dari persimpangan saat lampu lalu lintas hijau.

Mobil Proton Saga gagal menghindar dan bertabrakan dengan truk.

Mohd Zamzuri mengatakan bahwa akibat tabrakan tersebut, truk imigrasi kehilangan kendali dan tergelincir sebelum menabrak empat pejalan kaki setempat yang juga merupakan satu keluarga, serta sebuah mobil Inokom Matrix yang dikemudikan oleh seorang pria setempat berusia 38 tahun.

Dia mengatakan tiga pejalan kaki, yang terdiri atas seorang pria berusia 53 tahun dan dua putrinya, masing-masing berusia 25 dan 12 tahun, meninggal di tempat kejadian.

Menurut Mohd Zamzuri, korban lainnya, istri dari pria yang bersangkutan yang berusia 55 tahun, mengalami luka di kepala, tangan, dan kedua kakinya dan saat ini sedang dirawat di Zona Merah Rumah Sakit Kuala Lumpur (HKL).

Adapun, pengemudi truk imigrasi, pengemudi Proton Saga, dan pengemudi Inokom Matrix tidak mengalami cedera apa pun.

Pengemudi imigrasi tekah ditahan untuk dimintai keterangan. Sementara polisi melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara, termasuk mendapatkan rekaman kamera pengawasan (CCTV) dan mencari saksi independen untuk membantu penyelidikan berdasarkan Pasal 41(1) UU Transportasi Jalan 1987.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam keterangan terpisah yang dikutip ANTARA di Kuala Lumpur, menyatakan berduka cita kepada para korban.

PM Anwar memerintahkan Departemen Imigrasi Malaysia segera melakukan penyelidikan menyeluruh.

"Jika terdapat kelalaian atau pelanggaran hukum, tindakan yang semestinya harus diambil tanpa kompromi," demikian Anwar Ibrahim.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026