
PCIM Malaysia meriahkan HUT ke-81 RI dengan semangat nasionalisme

Kuala Lumpur (ANTARA) - Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI dengan penuh semangat kebersamaan dan nasionalisme di Selangpr, Malaysia, Minggu.
Kegiatan itu dihadiri Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Danang Waskito, Atase Pendidikan Nasional Ahmad Romadhoni Surya Putra, Ketua PCIM Malaysia Fauzi Fatkhur, jajaran dan anggota PCIM, PCIA, mahasiswa, pelajar, serta keluarga besar Sanggar Bimbingan di bawah naungan PCIM dan PCIA.
Kegiatan diawali dengan upacara peringatan kemerdekaan dengan petugas upacara yakni mahasiswa IIUM dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Universitas Indonesia yang sedang menjalankan kegiatan di Malaysia.
Dalam amanatnya, Wakil Duta Besar RI untuk Kerajaan Malaysia Danang Waskito menegaskan bahwa kecintaan kepada Indonesia harus menjadi komitmen yang tidak bersyarat. Dalam keadaan apa pun, Indonesia harus tetap didukung, dibela, dan diperjuangkan oleh seluruh warga negaranya.
Menurutnya, kecintaan kepada tanah air tidak semata-mata diwujudkan melalui simbol dan seremoni, tetapi harus diterjemahkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi bangsa dan masyarakat.
“Cinta Indonesia tanpa syarat. Dalam keadaan apa pun Indonesia harus didukung, dibela, dan diperjuangkan,” ujar Danang.
Danang juga mengaitkan kecintaan kepada tanah air dengan rasa syukur kepada Allah Swt atas nikmat kemerdekaan yang telah diberikan. Karena itu, menurutnya, semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui penghayatan terhadap pesan dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya, khususnya makna lirik “bangunlah jiwanya dan bangunlah badannya”.
Menurut Danang, pesan tersebut, dapat menjadi landasan untuk membangun kualitas manusia Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap terciptanya kehidupan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.
Dia menyampaikan kemerdekaan tidak cukup hanya dikenang sebagai sejarah, tetapi harus diisi dengan kerja, pengabdian, pendidikan, kepedulian sosial, serta berbagai bentuk kebaikan yang dapat dirasakan oleh generasi mendatang.
Dia juga menyampaikan, makna lirik "bangunlah jiwanya dan bangunlah badannya” menjadi pengingat bahwa pembangunan Indonesia harus menyentuh dimensi manusia secara utuh. Kemajuan bangsa bukan hanya persoalan pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter, moral, pendidikan, dan kepedulian terhadap sesama.
Selain upacara, kegiatan disemarakkan dengan penampilan seni dan kegiatan budaya, antara lain permainan angklung oleh pelajar Sanggar Bimbingan.
Selain itu, pelajar Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) melalui Tapak Suci Perwil Kuala Lumpur Malaysia turut menampilkan atraksi seni bela diri yang memperlihatkan pentingnya pendidikan karakter, kedisiplinan, keberanian, dan kecintaan terhadap budaya serta identitas bangsa.
Kehadiran para pelajar dan mahasiswa dalam rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa diaspora Indonesia di Malaysia memiliki peran penting dalam merawat identitas kebangsaan. Jarak geografis tidak menjadi penghalang untuk tetap mengenal, mencintai, dan berkontribusi bagi Indonesia.
Setelah rangkaian upacara dan penampilan seni, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Danang Waskito bersama pimpinan dan perwakilan PCIM serta PCIA Malaysia.
Tradisi tersebut menjadi ungkapan rasa syukur atas 81 tahun perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus doa agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kekuatan, persatuan, dan kemajuan.
Suasana kemudian disemarakkan dengan berbagai perlombaan kemerdekaan yang melibatkan anak-anak, mahasiswa, dan peserta dari berbagai unsur organisasi.
Beragam permainan seperti makan kerupuk, balap karung, balap kelereng, estafet air dengan corong, paku dalam botol, tarik tambang, voli, tebak lagu, balap air dengan sarung, hingga lomba menghias tumpeng dan estafet balon air berlangsung dalam suasana penuh keceriaan.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang diselenggarakan PCIM Malaysia turut menunjukkan bahwa nasionalisme dapat dirawat melalui berbagai cara, termasuk melalui pendidikan, kebudayaan, penguatan organisasi, kegiatan sosial, dan kebersamaan masyarakat Indonesia di luar negeri.
PCIM Malaysia dan keluarga besar Muhammadiyah di Malaysia menyampaikan, peringatan kemerdekaan bukan hanya agenda seremonial tahunan, melainkan juga menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan kontribusi positif.
PCIM menyatakan di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang berada jauh dari tanah air, kegiatan semacam ini memiliki arti strategis, di mana anak-anak dan generasi muda tidak hanya diajak mengenal sejarah kemerdekaan, tetapi juga dibentuk agar memiliki rasa memiliki dan kecintaan terhadap Indonesia.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
