
Tiga WNI tuntaskan lari 350 km Pontianak-Kuching

Melaka, Malaysia (ANTARA) - Tiga warga negara Indonesia (WNI) berhasil menuntaskan kegiatan lari sepanjang 350 km dari Pontianak, Kalimantan Barat, hingga finis di Kuching, Sarawak, Malaysia.
Konsulat Jenderal RI Kuching dalam keterangan kepada ANTARA di Melaka, Malaysia, Senin, menyampaikan ketiga pelari itu adalah Thomas, Tju Hok Ui, dan Sutrisno, yang tergabung dalam komunitas Uber Running Crew.
Kegiatan lari mereka lakukan dalam semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mereka memulai perjalanan dari Anzon Toyota Pontianak pada Sabtu (22/8) pagi dan mencapai garis finis di Cat Statue, Kuching, Sarawak, pada Senin sekitar pukul 03.00 pagi.
Pelepasan para pelari dilakukan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan lari lintas batas ini tidak hanya menjadi tantangan olahraga, tetapi juga membawa pesan persahabatan dan mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia.
“Ini kegiatan yang positif dan membanggakan. Para pelari tidak hanya menantang diri menempuh jarak jauh, tetapi juga membawa nama Pontianak dalam semangat kemerdekaan, sportivitas, dan persahabatan dengan negara tetangga,” ujar Edi.
Setelah dilepas dari Pontianak, para pelari melanjutkan perjalanan menuju PLBN Entikong, kemudian memasuki wilayah Sarawak melalui Tebedu Immigration, Customs, Quarantine and Security (ICQS) Complex.
Setibanya di Sarawak, perjalanan mereka didukung dan didampingi oleh komunitas pelari Malaysia yang dikoordinasikan oleh Alpha Sport Event hingga menuju Kuching.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching Abdullah Zulkifli, menyambut baik inisiatif komunitas pelari Pontianak tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga lintas batas memiliki nilai strategis karena mempertemukan masyarakat kedua negara dalam suasana yang positif, sehat, dan penuh persahabatan.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa perbatasan bukan hanya menjadi ruang mobilitas, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk membangun persahabatan dan mempererat hubungan antarmasyarakat. Semangat olahraga yang dibawa dari Pontianak menuju Kuching menjadi simbol kedekatan Masyarakat kedua negara,” ujar Konjen RI Kuching.
Konjen RI menambahkan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat people-to-people contact antara Indonesia dan Malaysia khususnya masyarakat di kawasan perbatasan pada bidang olahraga, budaya, maupun kegiatan sosial masyarakat lainnya.
Sistem estafet
Perjalanan lari sejauh sekitar 350 kilometer tersebut dilakukan dengan sistem estafet. Setiap pelari bergantian berlari selama kurang lebih 60 menit atau menempuh jarak sekitar 10 kilometer sebelum berganti dengan pelari berikutnya.
Sistem tersebut diterapkan untuk menjaga kondisi fisik sekaligus mengatur penggunaan tenaga, waktu istirahat, dan koordinasi perjalanan agar seluruh rangkaian perjalanan dapat diselesaikan dengan baik.
”Kegiatan ini menjadi bagian dari semangat memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia dan Hari Kebangsaan Malaysia yang sama-sama dirayakan pada bulan Agustus. Karena itu, kami memilih momentum ini untuk mempererat persahabatan dan hubungan antarmasyarakat melalui olahraga,” jelas pelari bernama Sutrisno, selaku Ketua Uber Running Crew.
Meskipun dalam perjalanan para pelari sempat melintasi sejumlah wilayah di Kalimantan Barat yang terdampak kabut asap, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk melanjutkan perjalanan.
Dengan pengalaman berlari jarak jauh yang dimiliki, para pelari tetap menjaga kondisi dan mengatur ritme perjalanan. Kondisi tersebut justru semakin memacu semangat mereka untuk segera mencapai tujuan dan menuntaskan misi lari estafet Pontianak–Kuching.
Persiapan administrasi dan koordinasi kegiatan telah dilakukan sejak awal tahun, termasuk koordinasi dengan KJRI Kuching, Konsulat Malaysia di Pontianak, Pemkot Pontianak, Pemda terkait serta instansi terkait di kedua negara.
KJRI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kepada Alpha Sport Event, Kementerian Belia, Sukan dan Pembangunan Usahawan Sarawak, Majlis Keselamatan Negara (MKN) Sarawak, Polis Diraja Malaysia (PDRM), Konsulat Malaysia di Pontianak, serta ICQS Tebedu, dan pemerintah daerah terkait yang turut mendukung kelancaran perjalanan para pelari.
Dukungan tersebut mencakup koordinasi, fasilitasi, aspek keamanan, serta kelancaran perlintasan para pelari selama memasuki dan melintasi wilayah Sarawak.
Sutrisno berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pemantik bagi lahirnya lebih banyak kegiatan olahraga lintas batas antara Pontianak dan Kuching maupun wilayah lain di Indonesia dan Malaysia.
KJRI Kuching menyatakan kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa perbatasan dapat menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat, memperkuat konektivitas, dan menumbuhkan persahabatan Indonesia–Malaysia.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
