36 anggota Partai Bersatu calonkan Muhyiddin sebagai perdana menteri

id Muhyiddin,Malaysia,Partai Pribumi,Mahathir Mohamad,perdana menteri

36 anggota Partai Bersatu calonkan Muhyiddin sebagai perdana menteri

Presiden Bersatu Muhyiddin Hj Mohd Yassin (depan, kedua dari kanan) yang juga anggota parlimen Pagoh saat pertemuan di Sheraton beberapa waktu lalu. Foto ANTARA/Agus Setiawan

KUALA LUMPUR (ANTARA) - Musyawarah anggota-anggota parlemen dari Partai Bersatu telah memutuskan untuk mencalonkan presiden partai tersebut,  Muhyiddin Hj Mohd Yassin, yang juga anggota parlimen Pagoh, sebagai Perdana Menteri Malaysia kedelapan.

Informasi tersebut disampaikan oleh Sekjen Partai Bersatu, Datuk Marzuki Yahya melalui siaran pers, Jumat.

Dia mengatakan nama tersebut akan disampaikan untuk mendapat persetujuan Raja Malaysi atau Yang Di-Pertuan Agong. 

"Musyawarah dihadiri oleh sebanyak 36 anggota Dewan Rakyat Bersatu (parlemen) Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu)," katanya.

Belum ada konfirmasi bagaimana posisi Ketua Partai Bersatu Mahathir Mohamad, yang juga mencalonkan diri sebagai perdana menteri.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Ketua Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu)  Mahathir Mohamad pada Jumat pagi tiba di gedung Yayasan Al-Bukhary Kuala Lumpur untuk mengadakan pertemuan dengan anggota parlemen dari partai tersebut.

 Presiden Partai Bersatu Muhyiddin Yassin dan wakilnya yang juga putra Mahathir, Mukhriz Mahathir, hadir dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan yang dimulai pukul 10.00 itu membahas perkembangan politik negara baru-baru ini dan untuk memutuskan apakah partai akan bergabung kembali dengan Pakatan Harapan (PH) atau tidak.

Partai Bersatu, yang memiliki 26 anggota parlemen dari total 222 kursi di dewan rakyat, telah mengumumkan keluar dari  koalisi PH.

11 orang anggota parlemen kelompok Mohamed Azmin Ali yang telah keluar dari PKR juga tiba di Yayasan Al Bukhary dan bergabung dengan Partai Bersatu sehingga partai tersebut mempunyai anggota 36 orang..  




 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar