Perbatasan Malaysia-Singapura rencana dibuka 17 Agustus 2020

id Malaysia,Singapura,buka perbatasan

Perbatasan Malaysia-Singapura rencana dibuka 17 Agustus 2020

Foto Arsip: Para calon penumpang menunggu kendaraan, yang akan membawa mereka meninggalkan Woodlands Causeway untuk menyeberang ke Singapura, dari Johor, Malaysia, pada 17/3/2020, beberapa jam sebelum Malaysia memberlakukan lockdown (karantina wilayah) karena wabah virus corona. ANTARA/REUTERS/Edgar Su/File Photo/TM

Kuala Lumpur (ANTARA) - Pemerintah Malaysia dan Singapura sepakat membuka perbatasan kedua negara paling cepat pada 17 Agustus 2020 setelah prosedur pelaksanaan rute timbal-balik (RGL) dan pengaturan perjalanan komuter periodik (PCA) selesai dirumuskan. 

Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein mengungkapkan rencana itu setelah mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrisnan di Causeway, perbatasan Malaysia-Singapura, Minggu.

"Menindaklanjuti dua skema telah diumumkan pada 15 Juli 2020 yakni RGL dan PCA desainnya akan dilaksanakan mulai 10 Agustus 2020," katanya.

Ia mengatakan bahwa dalam pertemuan itu pemerintah Malaysia dan Singapura mencapai kesepakatan tentang prosedur pelaksanaan kedua skema tersebut.

Terkait kesepakatan itu, kata Hishammuddin, kedua pihak merancang untuk mengeluarkan panduan bagi publik mengenai syarat  dan cara-cara membuat permohonan menyangkut kedua skema itu dalam waktu dekat.

"Sebagai informasi awal di pihak Malaysia, warga Malaysia yang layak memohon di bawah kedua skema tersebut bisa mengantar permohonan kepada Kantor Imigrasi Malaysia mulai 10 Agustus 2020," katanya.

Sementara itu seperti telah diinformasikan sebelumnya, terdapat dua lagi skema yang direncanakan, yaitu lintas perbatasan setiap hari  bagi warga Malaysia dan Singapura, dan pembukaan perbatasan sepenuhnya.

"Untuk skema ketiga dan keempat, pemerintah Malaysia dan Singapura masih perlu memikirkan banyak aspek sebelum melaksanakannya. Ini karena menyangkut keselamatan dan kesehatan sehubungan situasi COVID-19 yang jelas masih belum reda. Dalam kata lain, memerlukan waktu," katanya.



 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar