Warga Malaysia pelaku kejahatan di AS ditangkap

id Malaysia,kejahatan, AS

Warga Malaysia pelaku kejahatan di AS ditangkap

Polisi Diraja Malaysia (PDRM) dan Angkatan Tentara Malaysia (ATM) berjaga-jaga di Apartemen Menara City One Jalan Munshi Abdullah Kuala Lumpur, Selasa (31/3). . ANTARA Foto/Agus Setiawan/nz

"Mereka ditangkap di sekitar Perak. Pelaku pertama berumur 40-an sebagai pengusaha sedangkan pelaku kedua berumur 30-an sebagai juru analisa komputer," kata Direktur Kantor Investigasi Kriminalitas PDRM, Komisaris Polisi Dato' Huzir Bin Mohamed.
Kuala Lumpur (ANTARA) - Polisi menangkap dua orang warga negara Malaysia keturunan China yang telah melakukan kejahatan di Amerika Serikat.

Keterangan pers Polisi Diraja Malaysia (PDRM), Kamis, menyebutkan bahwa  dua orang tersebut ditangkap Senin (14/9) oleh Bagian D12 National Central Bureau (NCB)/Interpol, Bagian D14 Kriminalitas Terencana, Kantor Investigasi Kriminal Bukit Aman dan Bagian Forensik Bukit Aman.

"Mereka ditangkap di sekitar Perak. Pelaku pertama berumur 40-an sebagai pengusaha sedangkan pelaku kedua berumur 30-an sebagai juru analisa komputer," kata Direktur Kantor Investigasi Kriminalitas PDRM, Komisaris Polisi Dato' Huzir Bin Mohamed.

Kedua pelaku diincar oleh pihak berkuasa Amerika Serikat karena diduga melakukan pencucian uang dan kriminalitas komputer di negara tersebut.

Huzir mengatakan pihak Amerika Serikat sudah mengirim permohonan ekstradisi pada (3/9) terhadap kedua pelaku dan Kantor Kejaksaan Agung setuju untuk melaksanakan permohonan tersebut.

"Selaras dengan Undang-Undang Ekstradisi 1992 serta Piagam Ekstradisi di antara pemerintah Malaysia dengan pemerintah AS," katanya.

Dia mengatakan pada (11/9) pihak Mahkamah Majistret Kuala Lumpur telah mengeluarkan surat pemberkasan sementara kepada kedua pelaku.

"Kedua pelaku menjalankan perdagangan penjualan artefak permainan secara tidak sah. Pihak forensik sudah merampas barang bukti dan dokumen di perusahaan milik mereka," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar