RS Polri serahkan empat jasad korban Tol Cipularang kepada keluarga

id Kecelakaan Cipularang, KM91, RS Polri Kramatjati, keluarga korban, empat jenazah

Perwakilan keluarga berdiri di samping peti jenazah korban kecelakaan Tol Cipularang KM91 di pelataran parkir RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (12/9/2019). (ANTARA/Andi Firdaus)

Jakarta (ANTARA) -
Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur menyerahkan empat jenazah korban kecelakaan tabrakan beruntun di Tol Cipularang KM91 kepada keluarga, Kamis siang, setelah identitasnya berhasil diungkap.
 
"Tim Disaster Victim Investigation (DVI) RS Polri berhasil mendeteksi identitas korban berdasarkan tes DNA yang kita lakukan sejak lebih dari sepekan lalu," kata Kepala RS Polri Kramat Jati, Kombes Pol Rusdianto, di Jakarta.
 
Identitas korban diketahui bernama Umayah Ulfa (25) warga Kota Bekasi, Nailisma (20) warga Bogor, Lela Yuliantika (40) warga Bandung, dan Khanza Atira (23) warga Jakarta Pusat.

Baca juga: Kecelakaan tol Cipularang, KNKT duga rem truk blong karena ODOL

Baca juga: Dirjen minta truk kelebihan dimensi segera dipotong

Baca juga: Polisi selidiki perusahaan truk pasir penyebab kecelakaan Cipularang
 
"Seluruhnya perempuan," katanya.
 
Dikatakan Rusdianto identitas korban diketahui berdasarkan rekam medis dan pemeriksaan DNA yang melibatkan keluarga.
 
Keempat jasad itu sebelumnya diterima oleh Tim DVI RS Polri pada Selasa (3/9) pukul 20.30 WIB dari Polda Jawa Barat.
 
Kemudian jenazah diperiksa berdasarkan prosedur DVI dan baru diketahui identitasnya Rabu (11/9) malam.
 
"Selanjutnya kami mencocokan hasil kerja DVI dengan laporan yang masuk dari keluarga," katanya.

Keempat jasad korban dikemas dalam peti kayu dan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan keluarga di pelataran Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri Kramat Jati.

Setelah dilakukan doa bersama, selanjutnya perwakilan keluarga membawa korban menggunakan mobil jenazah ke masing-masing kediamannya untuk dimakamkan.

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar