SMA BPPT Darul Ulum kunjungi KBRI Kuala Lumpur

id KBRI Kuala Lumpur,SMA Unggulan BPPT Darul Ulum 2

Rombongan SMA Unggulan BPPT Darul Ulum 2 saat kunjungan ke KBRI Kuala Lumpur, Selasa (15/10/2019). ANTARA/Agus Setiawan

Kuala Lumpur (ANTARA) - Siswa-siswi SMA Unggulan BPPT Darul Ulum 2 Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur di Jalan Tun Razak, Selasa (15/10).

Kedatangan rombongan "Sister School Program Singapore-Malaysia" yang dipimpin oleh Ketua Yayasan Pesantren Tinggi Darul Ulum M. Za’emuddin W. As’ad beserta pimpinan sekolah itu diterima oleh Atdikbud KBRI Kuala Lumpur Dr Mokhammad Farid Makruf.

Za’emuddin As’ad mengatakan sebelum ke KBRI Kuala Lumpur rombongan mengunjungi Mahsa University di Kuala Lumpur untuk belajar kesehatan dan manajemen.

"Rabu (16/10) pagi kami melanjutkan perjalanan ke Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Johor kemudian dilanjutkan ke NUS Singapura. Tujuan kami ke tempat ini untuk 'kulonuwun' (permisi) ke KBRI karena anak-anak akan mengakhiri pendidikan," katanya.

Pria yang akrab dipanggil Gus Zuem tersebut, menjelaskan yayasannya saat ini memiliki 12 unit lembaga setingkat SMA ke bawah.

"Tujuan kami ke KBRI untuk memperluas wawasan. Kami kerja sama dengan Cambridge, kurang pas kalau anak-anak tidak punya pengalaman internasional. Dengan ke luar negeri bisa mengetahui bagaimana mengurus paspor, berhadapan dengan imigrasi, dan sebagainya," katanya.

Baca juga: KBRI Kuala Lumpur gelar "Indonesian Week"

Pada kesempatan tersebut, Farid menjelaskan perbedaan sistem pendidikan di Malaysia dan Indonesia.

"Tiap negara mempunyai sistem pendidikan yang berbeda. Pendidikan dasar Malaysia dan Indonesia sama. Di Malaysia SD nggak ada ujian, kelas 6 hanya ujian evaluasi. Semua negara maju nggak ada ujian. Pendidiikan mereka basisnya umur," katanya.

Ia mengatakan SD merupakan pendidikan karakter untuk mendidik bukan memberikan pelajaran.

"Bagi adik-adik kalau ada Cambridge lebih mudah masuk Malaysia. Kalau di tempat kita mau masuk PTN nggak pakai ujian bapak ibu guru sibuk ganti portofolio," katanya.

Dia mengatakan sekarang kalau mau kuliah di Malaysia harus memiliki Malaysian University English Test (MUET) yang saat ini sudah membuka perwakilan di Indonesia.

Acara diakhiri dengan saling bertukar cenderamata antara KBRI Kuala Lumpur dan rombongan SMA Unggulan BPPT Darul Ulum 2.

Baca juga: Siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur ke Brisbane
Baca juga: Pertukaran antarmasyarakat prioritas kerja sama Amerika-Indonesia

 

Pewarta : Agus Setiawan
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar