Lampung minta 30 rumah sakit sediakan ruang isolasi

id NUNIK,rumah sakit isolasi,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim saat rapat dengan anggota DPD RI Jihan Nurlela Chalim serta pejabat lainnya, Kamis (26/3/2020). (ANTARA/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - Provinsi Lampung melakukan percepatan penanganan virus corona jenis baru penyebab COVID-19 dengan membendung penyebaran virus tersebut di simpul-simpul pintu masuk provinsi dan menyiapkan 30 rumah sakit untuk menyediakan ruang isolasi.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim saat menggelar rapat penanganan COVID-19 di Provinsi Lampung bersama DPD RI di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur Lampung, Kamis.

Wagub yang akrab disapa Nunik yang juga Ketua Pengarah Gugus Tugas Penanganan COVID-19 terus berusaha menekan angka penyebaran virus di pintu masuk Lampung melalui Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan sebagai garda terdepan yang menjaga pintu masuk menuju Provinsi Lampung.

“Kita harap di Lampung ini jangan sampai corona tidak terbendung. Untuk itu kita harus mengambil langkah-langkah percepatan dalam menanggulangi COVID-19,” kata Nunik, di Bandarlampung.

Baca juga: Polda Lampung tangkap penyebar hoaks pasien COVID-19 meninggal dunia

Baca juga: Polda Lampung akan tindak tegas penyebar hoaks terkait virus corona

Baca juga: Dinkes Lampung sebut 5 PDP baru


Ia menjelaskan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung juga telah menyiapkan alat pendeteksi suhu digital yang ada di berbagai tempat serta pengadaan ruang isolasi di setiap rumah sakit.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Provinsi Lampung Reihana menyampaikan bahwa dari 30 rumah sakit yang telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung telah disiapkan dana sebesar Rp25 miliar khusus untuk pencegahan dan penanganan COVID-19.

“Rumah Sakit Bandar Negara Husada (RSBNH) juga telah kita siapkan sebagai rumah sakit pusat penanganan virus corona di Lampung yang sudah dilengkapi dengan alat-alat medis, dan kapasitas ruang isolasi untuk sekitar 100 orang,” kata Reihana.

Ia menambahkan untuk tes cepat (rapid test), pihaknya belum menerima dari Kementerian Kesehatan. "Tes cepat yang dari Kemenkes, kita belum ada, kita mau pengadaan sendiri, uangnya ada, namun barangnya sedang sulit dan harus melalui pre order,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo mengatakan telah melakukan penanganan pencegahan COVID-19 pada simpul transportasi di Provinsi Lampung.

Simpul-simpul tersebut adalah Bandara Internasional Raden Inten II, Pelabuhan Internasional Panjang, Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni, Stasiun KA Tanjung Karang, Rejosari dan lain lain, Bandara M. Taufik Kiemas, Terminal Tipe A Rajabasa, Poll Damri Tanjung Karang Rajabasa dan Metro, Terminal Tipe B Mulyojati serta Simpang Propau.

“Kegiatan rutinitas harian yang dilaksanakan pada simpul transportasi untuk pencegahan penularan COVID-19, yaitu penyemprotan disifektan, penyiapan wastafel, penyiapan cairan pembersih tangan (hand sanitizer), pengecekan suhu badan, penggunaan masker dan mengutamakan pelayanan yang sifatnya daring (online) untuk meminimalisir kontak fisik petugas dan konsumen,” katanya.

Anggota DPD RI Jihan Nurlela Chalim mengapresiasi kesiapsiagaan Pemprov Lampung dalam menangani penanganan dan pencegahan COVID-19.

Jihan yang juga seorang dokter dan adik kandung Wagub Lampung itu mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga kondisi tubuh fit agar tetap terus sehat dan menjauhi kerumunan serta tetap di rumah apabila tidak ada hal mendesak yang mengharuskan untuk ke luar rumah.*

Baca juga: Pemkab Lampung Timur segera lakukan disinfeksi untuk cegah COVID-19

Baca juga: Wagub Lampung gelar rapat koordinasi penanganan COVID-19

Baca juga: Polda Lampung imbau masyarakat tak selenggarakan keramaian

Pewarta : Triono Subagyo dan Emir FS
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar