Jakarta (ANTARA) - Bayern Muenchen mencetak gol Bundesliga ke-49 dan ke-50 di bawah pelatih kepala Hansi Flick saat menggebuk Union Berlin 2-0 pada Matchday 26 sehari lalu untuk mencetak sejarah liga.

Pernah menyatakan "seluruh dunia akan menyaksikan Bundesliga" sebelum pertandingan di Stadion An der Alten Forsterei, Minggu, Flick dan Bayern terlihat tak punya beban untuk kembali masuk jalur kemenangan dalam jadwal kompetisi mereka sejak pandemi virus corona menghentikan liga Jerman Maret silam.

Dalam 16 pertandingan Bundesliga di bawah asuhan Flick, Bayern sudah memasukkan 50 gol atau rata-rata 3,1 gol per pertandingan yang merupakan rasio paling tinggi dalam 57 tahun sejarah Bayern yang dicatat seorang pelatih klub ini.

Baca juga: Dua gol dari bola mati antar Bayern tundukkan Union Berlin
Baca juga: Mueller bergurau bahwa laga tanpa fans seperti pertandingan orang tua


Kemenangan atas Union Berlin itu dibuka oleh gol penalti Robert Lewandowski yang dengan demikian sudah mencetak 26 gol sepanjang musim ini. Pemain asal Polandia ini sudah mencetak 12 dari 50 gol Bayern di bawah Flick. Dia menjadi pemain kedua setelah sang legenda klub Gerd Muller mencetak 26 gol dari 26 laga.

Bayern juga mencatat kemenangan 16 pertandingan tak terkalahkan berturut-turut yang termasuk 11 kali menang di Bundesliga.

Namun Bayern terlihat bermain di bawah penampilan biasanya. "Masih ada ruang untuk peningkatan," kata salah seorang pemainnya yang asal Kanada, Alphonso Davies, seperti dikutip bundesliga.com.

Bayern sempat ditempel menjadi berselisih satu poin ketika Borussia Dortmund menghajar Schalke 4-0, namun sehari kemudian merestorasi keunggulan empat poin dari penguntit terdekatnya itu dengan mengalahkan tuan rumah Union Berlin.

Bayern akan bertandang ke Frankfurt dalam pertandingan berikutnya, sebelum menantang Borussia Dortmund pada 26 Mei.

Baca juga: Florian Wirtz pecahkan rekor pemain termuda Leverkusen
Baca juga: Havertz sumbang dwigol saat Leverkusen habisi Bremen
Baca juga: Erling Haaland, pencetak gol pertama papan atas di era pandemi

 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
Copyright © ANTARA 2020