Polres Cianjur geledah rumah mewah HA

id cianjur, polres cianjur, rumah mewah HA, investasi bodong cianjur

Petugas mengeledah enam ruangan di rumah mewah milik HA pemilik investasi bodong di Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat, Kamis. (ANTARA/Ahmad Fikri)

Cianjur (ANTARA) - Polres Cianjur, Jawa Barat, menggeledah sejumlah ruangan di rumah mewah milik HA pemilik sekaligus pengelola investasi bodong di Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur.

"Ada enam ruangan di rumah mewah milik HA yang digeledah untuk mengumpulkan barang bukti, tim Satrekrim mengamankan barang bukti sejumlah dokumen dari dalam rumah tersebut," kata Paur Subbag Humas Polres Cianjur Ipda Ade Novi saat dihubungi di Cianjur, Kamis.

Baca juga: Polres Cianjur imbau korban investasi bodong tidak berbuat anarkis
Baca juga: Seorang ketua kelompok mengalami kerugian Rp5 miliar


Ia menjelaskan dokumen terkait dengan bukti penyerahan uang dari konsumen ke terlapor dan bukti pengiriman barang dari terlapor ke konsumen. Selanjutnya dokumen tersebut dikumpulkan dan digabung dengan barang bukti lainnya untuk penyelidikan.

Pihaknya juga telah menerima laporan dari dua ratusan orang saksi sekaligus pelapor atas investasi bodong yang dikelola HA sejak beberapa tahun terakhir dengan total korban mencapai seribu orang dari empat kabupaten seperti Cianjur, Bogor, Sukabumi dan Bandung Barat.

Sebagian besar peserta investasi buruh pabrik dan ibu rumah tangga itu, berharap dapat memiliki paket murah yang ditawarkan mulai dari hewan kurban, barang elektronik, paket umroh hingga kendaraan bermotor, sehingga mereka tergiur karena investasi yang dibayarkan tidak terlalu memberatkan.

"Semua dokumen yang disita dari enam ruangan sudah diamankan di Mapolres Cianjur sebagai barang bukti untuk pengembangan kasus tersebut. Sedangkan terlapor yang sudah diketahui lokasinya, saat ini sedang digiring ke Mapolres Cianjur," katanya.

Sebelumnya Polres Cianjur, telah memasang garis polisi di sekeliling rumah mewah milik HA yang banyak didatangi korban untuk menagih janji. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi hal yang tidak diinginkan dan untuk memudahkan polisi melakukan penyidikan, penyelidikan dan pengembangan kasus.

Baca juga: Tiga orang pasien positif COVID-19 Cianjur sembuh
Baca juga: Korban investasi bodong Cianjur berharap bantuan Hotman Paris

Pewarta : Ahmad Fikri
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar