MRT Jakarta umumkan 10 "start up" yang tergabung di program MRTJ Accel

id MRT Jakarta,MRTJ Accel,MRTJ,William Sabandar,MRT

Petugas mencuci kereta di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Rabu (4/3/2020). Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19, PT MRT Jakarta melakukan pencucian kereta menggunakan bahan kimia mengandung disinfektan. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/pras.

Jakarta (ANTARA) - MRT Jakarta mengumumkan 10 start up atau perusahaan rintisan yang berkolaborasi dengan penyedia jasa layanan transportasi kereta cepat di Jakarta itu lewat program khusus bernama "MRTJ Accel".

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan bahwa adanya kolaborasi perusahaan rintisan dengan MRT Jakarta dapat menghasilkan inovasi yang diperlukan untuk mendukung warga merasakan pengalaman baru saat naik Moda Raya Terpadu (MRT).

"Kami percaya bahwa kalau kerja sama dengan teman-teman start up ini adalah the best inovation yang bisa kita kolaborasikan untuk memaksimalkan fungsi yang telah diinvestasikan oleh MRT Jakarta," kata William Sabandar dalam "Kick Off Day: MRT Jakarta and Startup Collaboration", Jumat.

Sebanyak 10 perusahaan rintisan itu datang dari berbagai latar belakang perusahaan mulai dari pengembang permainan (game), pengembang Internet Of Things (IoT) hingga pengembang hotel kapsul.

Baca juga: Simak rekayasa lalulintas di Jalan MH Thamrin imbas MRT fase 2
Baca juga: Penumpang MRT April-Mei turun tajam imbas COVID-19
Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar dalam "Kick Off Day: MRT Jakarta and Startup Collaboration" secara virtual di Jakarta, Jumat (7/8/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)
Berikut nama 10 perusahaan rintisan yang digandeng oleh MRT Jakarta untuk berkolaborasi.

1. Bobobox
2. Jakarta Bike Hub
3. Pasar Polis
4. Mapid
5. Pintaria
6. Maingame
7. Jejak.IN 
8. Sonicboom
9. Nodeflux
10. Rekosistem

Kesepuluh perusahaan rintisan itu akan mendapatkan akses untuk mengembangkan produk atau jasa baik di fasilitas stasiun, ratangga ataupun kawasan berorientasi transit milik MRT Jakarta selama enam bulan lamanya didampingi oleh tenaga ahli yang ditunjuk langsung oleh MRT Jakarta.

Kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan rintisan itu sudah direncanakan MRT Jakarta sejak Juni 2020.

Tujuan kolaborasi tersebut adalah agar warga yang naik MRT Jakarta tidak hanya merasakan MRT sebagai transportasi publik, tapi juga mendapatkan pengalaman baru dari sisi teknologi yang dikembangkan di lingkungan MRT Jakarta.

"Investasi itu bukan hanya orang naik transportasi saja, tapi orang bisa merasakan pengalaman baru yang menghasilkan gaya hidup baru," kata William.

Hal itu sejalan dengan visi yang diberikan oleh Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat yang mengharapkan MRT Jakarta dapat mengubah paradigma masyarakat yang sebelumnya terbiasa menggunakan kendaraan pribadi menjadi pengguna transportasi publik.

Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar