Dubes Jepang tinjau situs konstruksi MRT jalur utara-selatan

id Mrt fase II, dubes jepang masafumi ishii, mrt jalur utara selatan

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii (ketiga kiri) meninjau proyek pembangunan MRT Jakarta Fase II pada 10 September 2020. (Handout Kedubes Jepang)

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii, bersama Kepala Perwakilan JICA Indonesia Shinichi Yamanaka, meninjau situs konstruksi MRT Jalur Utara-Selatan Fase II Zona Kerja 201, yang mulai dibangun pada Juni 2020.

Pekerjaan konstruksi Zona Kerja 201 adalah bagian pertama dari Jalur Utara-Selatan Fase 2, pembangunan antara Stasiun Bundaran HI dan Stasiun Harmoni, serta merupakan bagian dari pembangunan perpanjangan rel menuju ke Kota yang akan dilanjutkan kemudian.

"Saya terkesan proses pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal, meskipun COVID-19 belum mereda. Proyek MRT  merupakan simbol, baik bagi persahabatan maupun kerja sama antara Jepang dan Indonesia," kata Dubes Ishii dalam keterangan tertulis Kedubes Jepang di Jakarta, Rabu.

Dalam kesempatan itu, Dubes Ishii juga menyatakan harapannya agar dengan perpanjangan rel MRT, kehidupan masyarakat Jakarta menjadi lebih baik.

Direktur Utama PT MRT William Sabandar mengatakan MRT Fase II terdiri dari dua paket proyek, yakni MRT Fase 2A yang mencakup jalur dari kawasan Hotel Indonesia sampai Kota, dan Fase 2B dari Kota sampai Ancol Barat.

MRT akan membangun delapan stasiun, yakni Stasiun Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota, dan Depo Ancol Barat.

Dari delapan stasiun tersebut, stasiun Thamrin dan Kota menjadi stasiun yang paling besar, dengan panjang 400 meter. Bahkan, stasiun itu memiliki 10 pintu masuk, area komersial sepanjang 200 meter, dan terintegrasi langsung dengan Transjakarta.

“Stasiun ini akan menjadi stasiun paling besar, terinterkoneksi dengan jalur TransJakarta yang dilengkapi dengan area komersil juga,” ujar William seperti dikutip dari situs MRT Jakarta.

MRT Fase II memiliki jalur sepanjang 7,8 kilometer ini dan dibangun di atas tanah (at grade) yang berlokasi di Kampung Bandan, Jakarta Utara. Sementara itu, tujuh stasiun lain dibangun di bawah tanah (underground).
 
Stasiun yang akan dilalui atau disinggahi kereta MRT Jakarta Fase II antara lain Stasiun Sarinah, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, Stasiun Kota, dan Stasiun sekaligus Depo Kampung Bandan.

MRT Fase II rute Bundaran HI-Kota dibangun sepanjang 5,8 km dan akan memiliki tujuh stasiun bawah tanah, yakni Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.  

Stasiun-stasiun itu memiliki kedalaman mulai dari 17 meter hingga 36 meter.

Baca juga: Menlu Jepang tinjau proyek MRT Jakarta

Baca juga: Jepang ingin danai lebih besar lagi proyek-proyek Indonesia

Baca juga: MRT Jakarta proyek terbaik kerjasama Jepang-Indonesia


 

Seluruh stasiun MRT Fase II akan terintegrasi dengan TransJakarta


Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar