Suwe Ora jamu modifikasi beras kencur dengan kecombrang

id suwe ora jamu,beras kencur,jamu,minuman rempah,aa

Suwe Ora jamu modifikasi beras kencur dengan kecombrang

Bunga kecombrang. ANTARA/Riza Harahap

Jakarta (ANTARA) - PT Suwe Ora Jamu memodifikasi beras kencur dengan campuran bahan kecombrang sehingga memberikan sentuhan aromatik dan menambah manfaat jamu tersebut.

"Kecombrang ini salah satu rempah yang termasuk eksotis di Indonesia, aromatik banget dan sangat harum jadi untuk mem-balance," kata CEO PT Suwe Ora Jamu Amertha Nova Dewi Setiabudi dalam acara Master Class Jalur Rempah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan tema "Sambung Rasa: Master Rempah Dunia 2020", Jakarta, Jumat.

Nova menuturkan kencur sangat baik dikonsumsi terutama di masa pandemi COVID-19 karena mempunyai zat antibiotik alami dan anti peradangan, serta bermanfaat untuk merilekskan otot dan menyehatkan persendian.

"Ketika saya membuat menu-menu di Suwe Ora Jamu itu salah satu hightlight dan fokus terpenting adalah rasa," ujarnya.

Baca juga: Akademisi: Perlu modifikasi kekinian agar jamu diminati anak muda

Nova mengatakan beras kencur dibuat dari campuran bahan antara lain beras, kencur, gula merah untuk pemanis, daun jeruk purut, jeruk limau, bunga kecombrang dan garam.

Berdasarkan penelitian, kecombrang memiliki fitokimia berupa flavonoid, terpenoid, saponin, tanin dan alkaloid. Selain itu, juga mempunyai kandungan minyak atsiri yang tinggi.

Bunga kecombrang juga bersifat anti bakteri, dapat mempercepat penyembuhan luka, menstabilkan kadar gula dan tekanan darah serta merupakan antioksidan yang baik.

Pada acara itu, Nova membuat dua minuman rempah atau jamu yakni beras kencur merona dan wedang rempah.

Wedang rempah terbuat dari bahan-bahan antara lain pala, cengkih, kemukus, cabai jawa, kayu manis, serai, kunyit putih, kapulaga, daun pandan, dan jeruk nipis.

Baca juga: Jamu tingkatkan imunitas saat pandemi COVID-19
Baca juga: Tips racik jahe, beras kencur dan kunyit jadi lebih modern

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar