Gubernur Kalsel definitif harus bekerja keras menangkal varian Delta

id ULM, gubernur kalsel, varian delta

Gubernur Kalsel definitif harus bekerja keras menangkal varian Delta

Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal bersama Ketua KPU RI Ilham Saputra saat memantau pelaksanaan PSU Pilgub Kalsel 9 Juni 2021. (ANTARA/Firman)

Banjarmasin (ANTARA) - Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan COVID-19 Hidayatullah Muttaqin SE, MSI, Pg.D mengatakan Gubernur Kalimantan Selatan definitif nantinya harus bekerja keras menangkal penularan COVID-19 varian Delta.

"Salah satu masalah yang sangat krusial pada saat ini potensi menyebarnya varian Delta di Kalimantan Selatan. Gubernur definitif telah ditunggu permasalahan ini begitu sudah dilantik," terang dia di Banjarmasin, Selasa.

Baca juga: Kemenkes: Varian Delta enam kali lebih cepat menular dari Alfa

Diketahui Kalsel masih menunggu Gubernur definitif yang kembali tertunda setelah adanya gugatan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) untuk kedua kalinya.

MK pun telah mengagendakan jadwal sidang perselisihan pemilihan gubernur Kalimantan Selatan tahun 2020 pada 5 Juli 2021 mendatang.

Menurut Taqin, persoalan pembangunan di Kalimantan Selatan pada saat ini adalah perlunya gubernur definitif agar keputusan strategis penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi dapat dilakukan.

"Khususnya dalam situasi pandemi di mana diperlukan keputusan yang cepat dan tepat serta perencanaan pembangunan jangka menengah setelah pandemi dapat dikendalikan dengan baik," jelasnya.

Baca juga: Pakar: Tingginya mobilitas abai prokes picu penyebaran varian Delta

Ditegaskan ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM itu, gubernur definitif beserta jajarannya harus bekerja keras mengangkat warga dari krisis kesehatan dan mendorong roda ekonomi yang sedang terseok-seok.

Apalagi ancaman varian Delta berpotensi memperparah krisis kesehatan dan memukul roda perekonomian serta menimbulkan berbagai permasalahan sosial.

"Daya sebar varian Delta India yang lebih cepat 60 persen dari varian Alpa Inggris dan kebutuhan penderita untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit akan meningkat dua kali lipat adalah masalah yang perlu diantisipasi dengan segera," katanya.

Baca juga: Kampus harus siapkan tim siaga COVID-19 saat kuliah tatap muka

Baca juga: Pakar: Masker dobel dapat cegah penularan COVID-19 varian Delta

Pewarta : Firman
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar