Mereka mengungsi ke rumah tetangga. Tadi, warga sudah melakukan kerja bakti, dan akan dilanjutkan besok (Kamis, red),"
Blitar (ANTARA News) - Puluhan rumah di Desa Kalitengah, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, rusak akibat bencana alam berupa tanah retak, sehingga para pemilik/penghuninya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Mereka mengungsi ke rumah tetangga. Tadi, warga sudah melakukan kerja bakti, dan akan dilanjutkan besok (Kamis, red)," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Heru Irawan di Blitar, Rabu.

Ia mengatakan, ada sekitar 20 rumah yang terkena dampak akibat retakan tanah tersebut. Dari jumlah itu, delapan unit di antaranya kondisinya rusak parah, sehingga pemilik rumah tidak berani menempatinya lagi.

Sementara itu, anggota RAPI Kabupaten Blitar Heru mengatakan tim juga sudah memantau lokasi bencana tersebut. Ia mengatakan, sejumlah rumah warga kondisinya memang mengkhawatirkan. Retakan di tanah itu membuat rumah mereka ambles dan sebagian ambruk, sehingga berbahaya jika digunakan untuk tempat tinggal.

Ia mengatakan, retakan tanah sudah terlihat sejak Sabtu (21/12), namun tidak terlalu lebar. Dan, saat ini retakan terlihat lebih lebar, sehingga mampu membuat bangunan rusak. Padahal, mayoritas rumah warga sudah dibangun dari beton.

Anggota RAPI itu juga menyebut, di lokasi tersebut terdapat sebuah rawa, tepatnya di bagian atas perbukitan. Diduga, rawa itu sudah tidak mampu menampung air, sehingga air terus meluber ke bawah.

Selain itu, struktur tanah di daerah itu khas tanah perbukitan mirip tanah liat, dimana ketika hujan langsung menyerap air.

"Beberapa hari ini hujan terus, dan melihat struktur tanah mirip tanah liat, itu yang kami prediksi menjadi pemicu tanah retak," katanya pascameninjau lokasi.

Ia mengatakan, sebenarnya tanah retak sudah tidak asing lagi bagi warga yang tinggal di Desa Kalitengah, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar tersebut. Bahkan, saat kemarau pun tanah di daerah itu juga retak, namun saat penghujan kondisinya lebih parah dan retakannya lebih lebar.

Saat ini, sejumlah warga yang rumahnya rusak parah, yaitu dimana rata-rata ambles, tinggal di rumah saudara ataupun tetangga.

Sejumlah bencana terjadi di Kabupaten Blitar. Sampai saat ini, banjir yang terjadi di Kecamatan Sukorejo, belum surut. Sejumlah daerah lain juga mengalami bencana seperti di Kecamatan Panggungrejo ini.(*)

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2013