Dampak erupsi Gunung Sinabung, polisi Lhokseumawe bagikan masker

id gunung sinabung,gunung sinabung meletus,letusan gunung sinabung

Warga berada di depan rumahnya yang terkena dampak debu vulkanik erupsi Gunung Sinabung, di Desa Tiga Pancur, Karo, Sumatera Utara, Senin (19/2/2018). Erupsi Gunung Sinabung dengan tinggi kolom 5.000 meter menyebabkan sejumlah desa tertutup debu vulkanik. (ANTARA FOTO/Surianto Sembiring)

Lhokseumawe (ANTARA News)- Akibat dampak letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, hingga mencapai Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, anggota Polres Lhokseumawe, membagikan masker kepada pengguna jalan.

Pembagian masker kepada pengguna jalan oleh polisi yang tergabung dalam Tim Star tersebut adalah sebagai upaya untuk mengantisipasi dampak bahayanya saluran pernafasan dari bahaya debu vulkanik, sehingga tetap aman selama berkendara, ungkap Kapolres Lhokseumawe AKBP. Hendri Budiman melalui Kabag Ops Polres Lhokseumawe Kompol Ahzan.

Lanjutnya, pembagian masker kepada pengguna jalan itu, khusus diberikan kepada pengguna jalan yang memakai helm. Sedangkan yang tidak memakai helm tidak diberikan.

"Kita membagikan masker ini kepada pengendara kendaraan roda dua yang memakai helm, di sejumlah tempat dalam wilayah pusat kota Lhokseumawe. Sehingga pengendara kendaraan dapat terlindungi pernafasannya saat berada di luar rumah," katanya.

Untuk mengantisipasi dampak bahaya abu vulkanik tersebut, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlalu beraktivitas diluar ruangan.

Selain dapat menganggu pernafasan, abu vulkanik tersebut juga dapat menyebabkan iritasi pada mata. Akan tetapi jika berada di luar ruangan disarankan untuk memakai masker, guna mengurangi bahaya debu tersebut, pungkas Kabag Ops Polres Lhokseumawe.

Sementara itu, sebagaimana diketahui, abu vulkanik tersebut mulai terasa turun di Kota Lhokseumawe dan sekitarnya, pada Senin pukul 19.00 Wib, yang ditandai dengan berdebunya benda-benda yang berada diluar rumah seperti kendaraan dan lain sebagainya.

Pewarta : Mukhlis
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar