Kapuspen TNI: Wawasan kebangsaan cegah aksi separatisme

id Kapuspen TNI, kelompok separatis, wawasan kebangsaam, nasionalisme,nrfpb,nkri

Kapuspen TNI Mayjen Sabrar Fadhilah (ANTARA /Puspa Perwitasari)

Jakarta (ANTARA News) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah, menegaskan pihaknya selalu berupaya membantu untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan nasionalisme kepada masyarakat Papua dan Papua Barat guna mencegah adanya kelompok-kelompok separatis yang ingin melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

"Kebebasan berpendapat silahkan saja, asalkan tetap dalam bingkai NKRI. Jangan mau dimanfaatkan segelintir orang untuk memisahkan diri dari NKRI," kata Kapuspen TNI menanggapi rencana deklarasi kelompok separatis Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) pada Selasa (31/7),  di Jakarta, Rabu malam. 

Menurut dia, rencana deklarasi yang akan digelar di Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua itu telah dibubarkan dan ditangani oleh aparat kepolisian setempat. 

Ia meminta media massa jangan terlalu membesar-besarkan rencana aksi mereka itu karena mereka membutuhkan media untuk bisa menyampaikan aspirasinya di dunia internasional. 

"Aksi mereka memang jangan disepelekan, namun jangan dibesar-besarkan. Biarkan saja, namun tetap harus diawasi," tutur Fadhilah.

Jenderal bintang dua ini mengimbau kepada kelompok masyarakat Papua dan Papua Barat untuk tidak memisahkan dari bumi Indonesia ini. 

"Pemerintah sudah berusaha keras untuk memajukan masyarakat Papua dan Papua Barat, baik fisik dan non fisik mulai infrastruktur jalan hingga dana otsus yang jumlahnya sangat besar. Terlebih putra daerah diberikan kesempatan untuk memimpin daerahnya sendiri," ujarnya.

Oleh karena itu, Kapuspen TNI juga mengingatkan agar masyarakat Papua dan Papua Barat tidak termakan propaganda yang dilontarkan kelompok separatis yang didukung pihak asing untuk memisahkan diri dari NKRI. 

"TNI melalui babinsa dan Polri melalui Babinkamtibmas akan bekerja keras agar bisa mengatasi persoalan ini," ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto membenarkan bahwa Polda Papua telah membubarkan acara deklarasi kelompok separatis Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) itu. 

"Saya sudah dapat laporan dari Papua, itu (kegiatan) sudah didatangi petugas. Kemudian spanduk-spanduk sudah disita. Mereka pun sudah membubarkan diri. Jadi sudah tidak ada masalah," kata Setyo di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, dalam pembubaran kegiatan separatis tersebut, polisi tidak mendapat perlawanan dari penyelenggara dan peserta acara tersebut.

Situasi di Jayapura pun telah kondusif saat ini.

Setyo menambahkan, tidak ada seorang pun yang diamankan dalam pembubaran acara itu.

"Tidak ada yang diamankan. Mereka belum berkegiatan, kami sudah dapat infonya dulu," katanya.

Sebelumnya, kelompok separatis yang menamakan diri sebagai Pemerintahan Sementara NRFPB mengadakan pertemuan dan mengundang seluruh pimpinan NRFPB dan semua masyarakat Papua Barat.

Rencananya acara deklarasi akan digelar pada Selasa 31 Juli 2018 di halaman Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua sekitar pukul 11.00 WIT. Namun sebelum acara dimulai, polisi datang dan membubarkan acara itu.

Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar