Saksi: Sapi kurban Zumi Zola dibiayai rekanan

id zumi zola,sapi ,kurban,suap

Arsip Terdakwa kasus suap dan gratifikasi terkait proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi Zumi Zola menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (17/9/2018). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/kye

Jakarta (ANTARA News) - Asrul Pandapotan Sihotang yang merupakan orang dekat Gubernur Jambi non-aktif Zumi Zola mengakui bahwa ada pembelian 25 ekor sapi kurban untuk Zumi Zola yang dibiayai oleh rekanan pemerintah provinsi Jambi.

"Pak Gub (Zumi Zola) mengatakan tidak ada uangnya (untuk membeli sapi), jadi saya disuruh cari sendiri lalu saya minta ke Amidy untuk mencari karena saya tidak kenal ke siapa-siapa," kata Asrul dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis.

Asrul bersaksi untuk Gubernur Jambi non-aktif Zumi Zola Zulkifli yang didakwa menerima gratifikasi Rp40,477 miliar ditambah 177,3 ribu dolar AS (sekira Rp2,594 miliar) serta 100 ribu dolar Singapura (sekira Rp1,067 miliar) sehingga totalnya mencapai Rp44,138 miliar dan mobil Alphard serta menyuap anggota DPRD Jambi senilai Rp16,49 miliar.

Asrul Pandapotan Sihotang adalah teman kuliah S2 Zumi Zola sekaligus tim sukses Zumi pada pilkada 2016, sedangkan Amidy sebagai Kepala Kantor perwakilan Provinsi Jambi di Jakarta.

"Amidy setahu saya cari ke Paut Syakarin, dia kontraktor," tambah Asrul.

Menurut Amidy yang juga dihadirkan sebagai saksi dalam sidang, sapi yang dibeli mencapai 25 ekor.

"Saya diperintahkan Pak Asrul, katanya diminta Pak Gub untuk didistribusikan ke kabupaten dan kota Jambi, total diberi uang Rp390 juta," kata Amidy.

Menurut Amidy, Paut punya niat baik untuk membantu Zumi Zola.

"Saya bukan minta, ada niat baik Pak Paut untuk membantu Pak Gub karena pernah diberitakan pada 2016 Pak Gub tidak mendapat uang, jadi memang niat dia. Bukan saya yang minta. Saya juga tidak terlalu kenal," tambah Amidy.

Menurut Amidy, meski sudah mengeluarkan uang Rp390 juta tapi Paut tidak ada dijanjikan mendapat proyek.

"Pada 2016 itu Apif (bekas orang kepercayaan Zumi Zola) membeli sapi. Pada  2017 Pak Gub tanya beli sapi bagaimana? Waktu itu sapi yang mau diserahkan 11 ekor mewakili 11 kabupaten/kota lalu ada penambahan DPW (Dewan Perwakilan Wilayah) PAN, DPD (Dewan Pimpinan Daerah) PAN, rumah dinas, dan lainnya, saya lupa ada penambahan intinya lalu saya hubungi bang Amidy ada tagihan sapi atas nama Pak Gub dan bang Amidy menghubungi Pak Paut," jelas Asrul.

Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar