Gorontalo salurkan sapi untuk bantu berdayakan perekonomian warga kurang mampu

id gorontalo,sapi

Sapi indukan di peternakan warga di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat (21/4/2017). Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan 36 ribu ekor sapi melalui program Upaya Khusus (Upsus) Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) dengan target produksi sapi bunting 22 ribu ekor pada 2018. (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

Gorontalo (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo menyerahkan bantuan 20 ekor sapi kepada warga kurang mampu untuk memberdayakan serta meningkatkan perekonomian mereka.

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo di Gorontalo, kemarin, mengatakan pihaknya terus berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat khususnya peternak dengan memberikan bantuan sapi dalam dua tahun terakhir.

"Ini adalah salah satu cara kita memberdayakan masyarakat melalui pengembangan ternak sapi, agar menjadi maju dan sejahtera," ujar Bupati.

Ia meminta agar bantuan tersebut dapat dirawat dan dikembangkan dengan baik agar sasaran dan tujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

"Jika bantuan sapi ternak ini tidak dimanfaatkan, tidak dijaga dan dirawat serta dikembangkan dengan baik maka ke depan khusus bantuan sapi akan kita berhentikan," katanya.

Oleh karena itu, ia akan melakukan evaluasi sudah sampai dimana perkembangan bantuan sapi. Apakah dipelihara dengan baik oleh penerima bantuan dan melihat apa saja kendala di lapangan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Femywati Umar menambahkan, bantuan sapi tersebut diberikan kepada dua kelompok ternak di Desa Labanu dan Datahu.

"Tidak hanya bibit sapi peranakan ongole saja yang diberikan, kita juga memberikan bantuan pembangunan kandang," katanya.

Femy menyatakan bantuan itu merupakan perjuangan para pihak eksekutif dan legislatif untuk menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang semata-mata peningkatan kesejahteraan masyarakat .

Baca juga: Gorontalo distribusikan 260 ekor bibit sapi
 

Pewarta : Adiwinata Solihin
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar