Airlangga: Golkar pernah kehilangan kursi di Riau dan Bengkulu

id Airlangga hartarto, golkar

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dalam acara Rakornis Bappilu Partai Golkar di Jakarta, Sabtu. (Istimewa)

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto mengingatkan partainya pernah kehilangan kursi di Provinsi Riau dan Bengkulu pada Pemilu Legislatif sebelumnya. 

"Dua provinsi yang kita pernah kehilangan kursi pada Pemilu yang lalu, yaitu Kepulauan Riau dan Bengkulu, harus kita rebut kembali, sekurang-kurangnya untuk mendapat satu kursi," kata Airlangga dalam acara Rakornis Bappilu Golkar di Jakarta, Sabtu. 

Dia juga menargetkan Golkar memperoleh satu kursi di daerah otonom baru Kalimantan Utara dan akan memanfaatkan tambahan alokasi kursi di daerah-daerah tertentu seperti Riau, Lampung, Kalimantan Barat, NTB, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Papua. 

Sementara untuk basis-basis wilayah yang menjadi keunggulan Golkar dan harus dipertahankan  antara lain di Sumatera Utara, Riau, Sumbar, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Gorontalo.

"Kita juga sudah membulatkan tekad agar di Jawa Barat, Golkar kembali dapat meraih kemenangan. Jawa Barat selalu menjadi barometer nasional, siapa partai yang menguasai Jawa Barat,  biasanya akan tampil sebagai pemenang, dan Golkar akan berjuang untuk meraih posisi itu," ujar dia. 

Dia menambahkan untuk mengangkat marwah Partai Golkar pada Pemilu 2019, Golkar sudah menetapkan target perolehan 110 kursi di parlemen atau setara dengan 19 persen kursi DPR RI.

"Jika sekarang kita mempunyai modal 91 kursi, berarti kita harus bekerja keras untuk menambah 19 kursi lagi. Dan untuk itu, sudah dilakukan pemetaan secara detail di dapil-dapil mana saja kita punya peluang untuk meraih tambahan kursi," tegasnya. 

Rakornis Bappilu Golkar dihadiri fungsionaris DPP Golkar, Ketua DPD I Golkar se-Indonesia serta unsur Dewan Pembina, Dewan Kehormatan dan Dewan Pakar.

Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar