Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan Agus Salim macet

id Aksi Bela Tauhid 211,macet,jalan merdeka selatan

Kendaraan bertumpuk depan Gedung Wisma Antara akibat jalan dari Jalan Medan Merdeka Selatan menuju MH Thamrin ditutup karena ada aksi Bela Tauhid 211 di wilayah Patung Kuda, Jumat (2/11). (ANTARA FOTO/Genta Mawangi)

Jakarta (ANTARA News) - Dampak dari demonstrasi hari ini di sekitar Patung Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, arus kendaraan di Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan Agus Salim macet. Kemacetan juga disumbang penutupan jalur menuju Jalan MH Thamrin akibat demonstrasi Bela Tauhid 211.

Kemacetan mulai terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, khususnya di tengah jam pulang kantor bagi para pekerja di wilayah tersebut.

Tidak hanya jalur yang ditutup, kemacetan juga disebabkan satu lajur Jalan H Agus Salim, depan Gedung Wisma ANTARA dijadikan lahan parkir sementara kendaraan roda dua milik demonstran.

Hingga pukul 17.30 WIB, belum terlihat ada petugas lalu-lintas yang berupaya mengurai kemacetan itu.

Meski demikian, ada satu mobil Satuan Polisi PP berikut petugasnya yang berdiri di sekitar wilayah kemacetan.

Massa dari berbagai daerah di Jabodetabek, Cirebon, hingga Garut, mengikuti aksi Bela Tauhid 211 di areal Patung Arjuna Wijaya, di depan gedung PT Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat.

Rencananya, massa akan berdemonstrasi depan Istana Merdeka, tetapi kawat berduri dan jajaran polisi menghalau gerak massa di dua ruas jalan depan Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata.

Aksi dimulai usai ibadah Jumat pada pukul 13.00 WIB dan rencananya berakhir pada pukul 18.00 WIB.

Irwan Syaifulloh, salah satu orator yang mengaku dari elemen gerakan 212, mengaku tuntutan mereka agar pemerintah mengakui bahwa pelaku membakar bendera bertuliskan kalimat Tauhid, bukan bendera kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Ia juga mengatakan, massa meminta agar pemerintah berlaku adil dan menindak pelaku dengan ketentuan hukum yang berlaku. 

Baca juga: Massa ikut bela tauhid 211 atas inisiatif sendiri
Baca juga: Orator aksi "211" kecewa dihalau polisi


Pewarta : Genta Mawangi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar