Indonesia diminta berdialog dengan negara berpengaruh terkait Indo-Pasifik

id indo-pasifik,jokowi

Teuku Rezasyah. (facebook.com)

Singapura (ANTARA News) - Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjajaran (Unpad), Teuku Rezasyah, mengatakan Indonesia harus membangun dialog dengan negara-negara berpengaruh di kawasan seperti Amerika Serikat, China, Jepang, maupun Australia untuk menyamakan konsep Indo-Pasifik.

"Terus membangun dialog dengan AS, RRC, Jepang, dan Australia, demi meningkatnya perdagangan bilateral dan meningkatnya investasi mereka di Indonesia," ujar Teuku Rezasyah saat dihubungi di Singapura, Rabu.

Kemudian, Indonesia harus membangun masa saling percaya, jika Indo-Pasifik tidak akan merugikan empat negara di atas, dalam jangka panjang. 

"Secara khusus Indonesia menggalang ASEAN untuk bersama-sama mengubah nama Indo-Pasifik menjadi Pasifik-Indo, agar tidak terkesan lagi sebagai arsitektur buatan Amerika Serikat," kata dia.

Terkait upaya-upaya Indonesia mematangkan ide Indo Pasifik. Pertama, melakukan penyamaan persepsi dari berbagai Kementerian/Lembaga di kalangan birokrasi Indonesia karena ide Indo-Pasifik ini bersinggungan dengan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), Regional Closer Economic Cooperation (RCEP), ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) yang telah lebih dulu memiliki kerangka hukum dan sudah tersosialisasi dengan baik. 

"Kemudian, membuat Cetak Biru dari keterlibatan Indonesia dalam berbagai struktur ekonomi kawasan, dengan Indonesia sebagai pelaku aktif dan penyeimbang dari berbagai skenario persaingan ekonomi banyak negara besar sekaligus," ujar dia.  

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo membahas perkembangan konsep kerja sama kawasan Indo-Pasifik dalam sesi pleno KTT Ke-33 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Pusat Konvensi Suntec, Singapura.

"Agar sentralitas tetap terjaga, maka tidak ada jalan lain bagi ASEAN kecuali menggunakan KTT Asia Timur sebagai platform utama pembahasan konsep ini," kata Presiden dalam pidatonya pada Selasa malam.

Kondisi tidak pasti dan besarnya tantangan yang dihadapi di kawasan Indo-Pasifik dapat menimbulkan ancaman kepada perdamaian, stabilitas dan kemakmuran dalam kaitannya dengan tarik menarik konstelasi kekuatan dunia.

Presiden menambahkan posisi ASEAN yang berada di kawasan Indo-Pasifik harus mampu menjadi poros, memainkan peranannya dan mengubah ancaman menjadi peningkatan kerja sama.

"ASEAN harus tetap menjadi motor bagi perdamaian dan kesejahteraan. ASEAN harus dapat mengubah potensi ancaman menjadi kerja sama, potensi ketegangan menjadi perdamaian," ujar Jokowi.

Baca juga: Menlu sebut konsep Indo-Pasifik disepakati ASEAN
Baca juga: Presiden bahas Indo-Pasifik pada pleno KTT ke-33 Asean

 

Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar