BNPT berdayakan korban dan mantan teroris lewat wirausaha

id BNPT, teroris, popwarung

Direktur Perlindungan BNPT Brigjen Pol Herwan Chaidir saat meresmikan PopWarung di Desa Manang, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (30/11/2018). (ANTARA News/HO)

Jakarta (ANTARA News) - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)   memberdayakan  mantan teroris dan korban (penyintas) teroris melalui wirausaha untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Mudah-mudahan ini dapat mengangkat taraf kehidupan penyintas maupun mantan kombatan yang telah kembali ke masyarakat," ujar Direktur Perlindungan BNPT Brigjen Pol Herwan Chaidir saat meresmikan PopWarung di Desa Manang, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat.

PopWarung merupakan usaha mikro dengan bentuk warung versi modern yang didukung teknologi digital. PopWarung merupakan nama jaringan usaha milik   PT Sukses Bersama Rakyat (SBR).

BNPT dan PopWarung bekerja sama menyediakan sepuluh warung yang siap didistribusikan kepada sepuluh orang,   Joko Triharmanto, Nanang Irawan, Hariyanto, Ari Budi Santoso, Priyatmo, Paimin (mantan kombatan) dan Niken Sri Parawani, Ninik Purwati, Sardjono, Soewardjo (penyintas).

"Kehadiran PopWarung ini sebagai wadah bagi para para penyintas dan mantan kombatan untuk memperbaiki ekonomi sehingga para mantan kombatan tidak tebersit untuk kembali ke jaringan lamanya," jelas Herwan dikutip dari siaran pers.

"BNPT sebagai representasi negara ingin mewujudkan kehadiran negara bagi para mantan teroris dan penyintas dalam bentuk wirausaha PopWarung ini," tambah Herwan.

Dianri Taufik dari PT Sukses Bersama Rakyat (SBR) menambahkan PopWarung mempunyai misi menciptakan kemudahan dalam pengelolaan, pembelanjaan, dan perbaikan taraf kehidupan bagi semua kalangan masyarakat. 

PopWarung di Sukoharjo ini adalah yang pertama di wilayah Solo Raya, kata Dianri dalam peresmian PopWarung itu di lokasi usaha soto milik mantan kombatan Joko Triharmanto atau yang lebih dikenal dengan panggilan Bang Jack.

"Kami tergerak untuk ikut berpartisipasi dalam program BNPT,  bukan hanya karena persoalan finansial, melainkan lebih karena kemanusiaan yang menginginkan pemerataan taraf kehidupan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan" ujar Dianri.

Pewarta : Sigit Pinardi
Editor: Sigit Pinardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar