Hidayat akui peran habib dalam perjuangan Indonesia

id MPR,Hidayat Nur Wahid

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Gubernur Jakarta Anies Rasyid Baswedan menghadiri Milad Rabithah Alawiyah ke-90 di Jakarta. (Foto Humas MPR)

Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan peran habib banyak berkontibusi bagi perjalanan Indonesia.

"Dengan demikian sudah tak pantas bila kita mendikotomikan antara ke-Indonesia-an dan ke-Arab-an," ujar Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid melalui siaran pers yang diterima Antara Jakarta, Senin.


Hidayat Nur Wahid menyampaikan hal itu saat menghadiri acara syukuran organisasi Rabithah Alawiyah ke-90 di Hotel Aston TB Simatupang, Jakarta.


Rabithah Alawiyah berdiri pada 27 Desember 1928 sebagai wadah yang menghimpun para habib. Kehadiran RA dengan beragam aktivitas menunjukan organisasi yang menghimpun keturunan Arab itu telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Indonesia.


HNW berharap organisasi ini tak sekadar mengenang perjalanan masa lalunya namun juga harus melihat masa depan.


"RA tak boleh berhenti di usia 90 tahun. Juga harus berpikir ke depan", tambahnya.


Diakui, para pendatang dari Handramaut Yaman ke nusantara dengan berbagai kesulitan yang ada namun setelah tiba di nusantara, banyak aktivitas yang dilakukan. Sebelum ada RA sudah ada organisasi serupa yakni Jamiatul Khair. Organisasi yang berdiri pada tahun 1900-an ini tidak hanya mempunyai kontribusi dalam sejarah perjalanan bangsa namun juga berperan dalam percaturan dunia.


Jamiatul Khair yang bergerak dalam bidang sosial, pendidikan, dan ekonomi menurut HNW menanamkan benih nasionalisme bangsa Indonesia. Pada tahun 1903, saat Kongres Ummat Islam, dihasilkan deklarasi yang menyatakan tak boleh membiarkan bangsa ini hidup di bawah penjajahan bangsa asing, Belanda.


"Dari sini menunjukan organisasi Islam telah menanamkan nasionalisme", paparnya.


Lebih lanjut, HNW mengatakan peran habib dan keturunan Arab tak hanya diberikan oleh organisasi yang menghimpunnya. Dari individu mereka pun juga ada. Disebut H. Muthahar adalah sosok habib yang telah berkontribusi pada Indonesia lewat lagu yang digubahnya.


"Mars Hari Merdeka dan Syukur merupakan lagu ciptaan H. Muthahar", tuturnya.

Lagu-lagu itu sering dinyanyikan apalagi di saat memperingati HUT Indonesia.


"Lagu heroik yang menunjukan cinta Indonesia," tuturnya.


Peran-peran kebangsaan seperti inilah yang menurut HNW ke depan perlu lebih dikedepankan apalagi dalam era global saat ini.


"Banyak peran yang perlu diperbuat RA," ujarnya.

Diharapkan di tahun politik, RA bersama ormas yang lain dapat berperan dalam menghasilkan Pemilu yang berkualitas, yang menghasilkan wakil rakyat dan pemimpin yang berkualitas.


Acara Milad Rabithah Alawiyah ini selain dihadiri Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, juga dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Gubernur Jakarta Anies Rasyid Baswedan.(KR-AMS)


Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Jaka Sugiyanta
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar