Luhut: Bintan bisa menjadi dua kali lebih besar dari Singapura

id bintan,singapura, luhut binsar pandjaitan ,menko kemaritiman

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (ANTARA News/Humas Kemenko Maritim)

Jakarta (ANTARA News) -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mendukung rencana percepatan pembangunan sektor pariwisata dan industri di Bintan, Kepulauan Riau dan menilai pulau tersebut bisa menjadi dua kali lebih besar dari negara tetangga, Singapura.

"Jadi Bintan ini bisa menjadi dua kali lebih besar dari Singapura. Pariwisata itu penting, tapi yang menjadi kunci adalah kebersihan. Bintan juga harus bekerja sama dalam masalah kebersihan," kata Luhut pada peninjauan ke Lobam, Pulau Bintan, Selasa, seperti dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan potensi besar Bintan sebagai destinasi wisata menyusul digelarnya 12 acara yang sudah berhasil dilaksanakan. Menurut dia, hal itu menjadi sebuah prestasi yang luar biasa bagi pengembangan sektor pariwisata di Pulau Bintan.

Mantan Menko Polhukam itu juga mengungkapkan sejumlah poin bahasan penting terkait pembangunan pelabuhan dan bandara yang dapat mendukung pariwisata dan industri.

"Kami sudah membahas beberapa poin penting. Mengenai pelabuhan, tidak ada masalah. Saya bilang, semua tancap saja dan untuk perizinan ya gampang itu, asalkan kepentingan nasional akan kita urus," ujarnya.

Sementara itu, terkait laporan mengenai limbah hitam di Pulau Bintan, Luhut menegaskan pemerintah menaruh perhatian pada hal ini. 

"Proses monitor sudah mulai dilakukan menggunakan bantuan satelit, untuk melihat kapal mana saja yang menjadi sumber masalah, dan nantinya akan segera ditindak," katanya.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan akan melakukan rekomendasi Luhut terkait kebersihan, demi mendukung sektor pariwisata, termasuk meminimalisir penggunaan plastik.

"Kami dari pemerintah daerah akan segera mengeksekusi melalui Keputusan Bupati atau Peraturan Gubernur," pungkasnya.

Baca juga: KBRI Singapura promosikan pariwisata Bintan ke diplomat asing


Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar