Pemerintah akan perbaiki rumah rusak akibat gempa di Solok Selatan

id gempa solok selatan, gubernur sumbar, irwan prayitno

Sejumlah warga memperhatikan rumah yang rusak akibat gempa di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Kamis (28/2/2019). Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, enam orang meninggal dunia, 48 warga luka-luka, 329 rumah rusak, serta fasilitas umum rusak akibat gempa tektonik berkekuatan 5.6 SR yang berpusat di Kabupaten Solok Selatan. ANTARA FOTO/Humas Solok Selatan/MAP/foc. (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi)

Padang Aro, Sumbar (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan pemerintah akan membantu perbaikan rumah masyarakat yang rusak akibat gempa di Kabupaten Solok Selatan.

"Pendekatannya mungkin seperti penanganan gempa 2009 yang ketika itu rumah rusak berat dibantu Rp15 juta, sedang Rp10 juta, ringan Rp5 juta dan polanya nanti akan dilihat bagaimananya dibantu Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan diminta bantu TNI juga," kata dia saat mengunjungi lokasi gempa Solok Selatan, Minggu.

Akan tetapi berapa besar bantuannya nanti, kata dia, akan di atur Bupati dan kemungkinan seperti penanganan gempa 2009.

Dia menyebutkan untuk pembangunan utuh pemerintah memang tidak sanggup karena dana tidak cukup tetapi bisa juga ditambah oleh saudara ataupun donatur lainnya sehingga yang dibangun bisa bagus.

Saat ini menurutnya, sudah ada beberapa dana yang masuk seperti dari Provinsi Rp300 juta BNPB tahap awal Rp250 juta, BNI Rp50 juta dan masih ada lagi lainnya.

"Kami juga masih menghimpun dana dari berbagai pihak dan bagi donatur yang mau membantu akan difasilitasi baik langsung kemasyarakat atau melalui pemerintah," ucapnya.

Dia mengatakan rumah warga yang rusak berat akibat gempa Solok Selatan sebanyak 116 unit dan sedang hingga ringan lebih 400 unit. Rata-rata rumah yang rusak akibat gempa disimpulkan karena tidak mengikuti konstruksi bangunan.

Kalau konstruksi bangunan diikuti katanya, kalau cuma tiga SR walaupun kedalamannya dibawah 10 kilometer mungkin masih tahan.

Tapi ini katanya, karena tidak ada tulang dibawah, pondasi, angker, besi tidak mencukupi dan semen juga tidak kuat sehingga runtuh. "Rata-rata yang saya tanya mereka bangun sendiri sehingga banyak yang kurang," ujarnya.

Sebelumnya Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman mengatakan di Sangir Balai Janggo belum pernah ada sejarah gempa sehingga rumah masyarakat dibuat tidak tahan gempa.

"Bangunan warga banyak yang roboh karena memang tidak didesain untuk tahan gempa sebab di wilayah itu belum pernah ada sejarah gempa," ujarnya.

Baca juga: Semen Padang kirim logistik untuk korban gempa Solok Selatan

Baca juga: ACT Sumbar galang bantuan untuk korban gempa Solok Selatan

Baca juga: Gubernur: Gempa Solok Selatan tidak diprediksi sebelumnya

Pewarta : Mario Sofia Nasution/Erik IA
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar