Padang Panjang masyarakatkan pembelajaran lewat Festival Literasi

id festival literasi,literasi

Salah satu stand literasi dan Festival Literasi di Padang Panjang yang menampilkan produk kerajinan dan buku-buku (Antara Sumbar/ Ira Febrianti)

Padang Panjang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, berupaya membentuk masyarakat pembelajar melalui Festival Literasi yang menampilkan berbagai produk literasi dari sekolah dan kelurahan setempat.

Produk literasi seperti majalah, kerajinan dari barang bekas dan lainnya dipamerkan di stand yang diisi oleh sekolah dan taman baca masyarakat (TBM) di Lapangan Banca Laweh, Padang Panjang, Jumat.

Wali Kota setempat, Fadly Amran mengatakan melalui Festival Literasi tersebut, pemerintah ingin membentuk masyarakat yang mau belajar banyak hal.

Dari semangat mau belajar itu, diharapkan dapat membantu meningkatkan taraf hidup. "Secara sederhana, literasi itu upaya untuk mengetahui. Contoh, jika mau masak rendang, tentu dicari tahu dulu bahan dan cara membuatnya. Tidak mungkin memasak jika tidak tahu bahan dan caranya," katanya.

Dengan terbentuknya masyarakat pembelajar, Fadly mengatakan ingin menguatkan daerah yang berjuluk Serambi Mekah itu sebagai kota pendidikan.

"Sejak dulu daerah ini adalah kota pendidikan. Ada Diniyyah Putri, Thawalib, Kauman dan lainnya. Pendidikanlah yang menjadi brand Padang Panjang dan aktivitas di bidang ini mesti hidup," ujarnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Padang Panjang, Alvi Sena menambahkan Festival Literasi digelar sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan masyarakat mendukung literasi.

Sejak dicanangkan sebagai Kota Literasi pada Mei 2018 sudah dilakukan sosialisasi dan pembinaan literasi berbasis inklusi sosial ke kelurahan dan sekolah setempat.

Dari hasil pembinaan tersebut, sudah tumbuh TBM atau pojok baca yang dikelola masyarakat dan perpustakaan sekolah sudah lebih aktif mendekatkan layanan pada para siswa.

"Festival ini sebagai apresiasi atas semangat menerapkan sosialisasi yang kami sampaikan. Peserta yang ada di stand juga bisa saling melihat dan bertukar informasi mengenai kegiatan literasi yang mereka laksanakan," katanya.

Ia mengatakan Festival Literasi digelar pada 15 sampai 17 Maret 2019 dengan kegiatan lain seperti lomba baca puisi, seminar dan bincang-bincang literasi dan lainnya.

Usai kegiatan itu diharapkan memberi dampak menumbuhkan semangat warga setempat agar gemar membaca, berdiskusi dan menerapkan ilmu yang didapat dari aktivitas itu.*

Baca juga: Dongeng mempercepat literasi pada tumbuh kembang anak

Pewarta : Syahrul Rahmat dan Ira Febrianti
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar