KPK dalami dua hal terkait pemeriksaan rektor UIN

id KPK, SAKSI, REKTOR, CALON REKTOR, UIN, TERSANGKA, SUAP, JABATAN, KEMENAG, ROMAHURMUZIY

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dua hal terkait pemeriksaan rektor dan calon rektor Universitas Islam Negeri (UIN) dalam penyidikan suap terkait seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019.

Untuk diketahui, KPK pada Senin total memeriksa tujuh saksi untuk tersangka anggota DPR RI 2014-2019 Romahurmuziy alias Rommy.

"Penyidik mendalami keterangan saksi terkait seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI yang pernah diikuti oleh para saksi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin.

Kemudian, kata Febri, penyidik juga mengklarifikasi terhadap tujuh saksi soal sejauh mana mengetahui ada atau tidaknya peran tersangka Rommy dalam proses seleksi tersebut.

Adapun tujuh saksi yang diperiksa itu, yakni Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Warul Walidin, Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Masdar Hilmy periode 2018-2022 serta dua calon rektor UIN Sunan Ampel saat itu Muzakki dan Ali Mudlofir.

Selanjutnya, Rektor IAIN Pontianak masa jabatan periode 2018-2022 Syarif serta dua calon rektor IAIN Pontianak saat itu Wajidi Sayadi dan Hermansyah.

Usai diperiksa, Rektor IAIN Pontianak Syarif mengaku pernah bertemu dengan Rommy.

"Dulu di Muktamar NU pernah, hanya itu tidak pernah lagi," ucap Syarif usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Senin.

Ia pun menyatakan saat dirinya mengikuti seleksi calon rektor IAIN Pontianak tidak ada intervensi.

"Ya ada pansel (panitia seleksi), saya punya tim pansel punya tim senat kemudian di komsel (komisi seleksi) periksa tujuh profesor. Tidak bisa diintervensi silakan tanya di sana nilainya seperti apa, saya kan tidak tahu," ujar dia.

Sementara Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya Masdar Hilmy mengaku dikonfirmasi oleh KPK soal proses pemilihan rektor yang diikutinya saat itu.

"Proses seleksi pemilihan rektor, semua sudah ada ketentuannya," kata Masdar.

Masdar pun mengaku pernah bertemu dengan Rommy dalam acara seminar di Jember, Jawa Timur.

"Ketemu tetapi tidak dalam konteks pemilihan rektor," kata Masdar.

Lebih lanjut, ia pun mengaku tidak pernah ditawarkan terkait "jual beli" jabatan oleh Rommy.

"Tidak-tidak," kata dia.

Baca juga: KPK panggil calon rektor UIN sebagai saksi untuk Rommy

Baca juga: KPK periksa Romahurmuziy

Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar