GKI Klasis Biak ajak warga jaga Kamtibmas selama sidang MK

id berita,sengketa pilpres,sidang sengketa pilpres,mahkamah konstitusi,sengketa pemilu,perselisihan pilpres

Ketua Badan Pekerja Klasis GKI Biak Selatan Pdt George Korwa S.Th.(ANTARA News Papua/Muhsidin)

Biak (ANTARA) - Ketua Badan Pekerja Klasis Gereja Kristen Injili (GKI) Biak Selatan, Papua, Pdt George Korwa STh mengajak semua elemen warga Biak Numfor untuk menjaga kamtibmas yang aman dan kondusif selama tahapan sidang gugatan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 yang sedang berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Apa pun hasil sidang gugatan PHPU sengketa pemilihan umum yang akan diputuskan majelis hakim MK harus kita hormati bersama, karena itulah proses hukum yang telah diatur dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan," ujar Ketua Badan Pekerja Klasis GKI Biak Selatan Pdt George Korwa, di Biak,Rabu, menyikapi pelaksanaan sidang MK terkait sengketa pemilu serentak itu lagi.

Ia mengakui, proses demokrasi dalam pemilu serentak 17 Juni 2019 khusus di Kabupaten Biak Numfor telah berjalan aman,lancar dan kondusif.

Dia berharap, semua umat kristiani di Kabupaten Biak Numfor dapat bersama-sama dengan pemerintah daerah serta aparat keamanan dalam upaya menjaga situasi kamtibmas Kota Biak yang tetap aman dan damai.

"Sebagai warga gereja GKI, kita harus ikut serta mendukung tercipta Biak yang damai, religius, berkarakter dan berbudaya," kata Pdt George Korwa.

Ia menyatakan, jika keputusan sidang MK telah ditetapkan diharapkan dapat menjadi rujukan para calon presiden, massa simpatisan pendukung capres serta kader partai koalisi pendukung pasangan Capres 01, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno serta pasangan Capres 02, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.

Hingga Rabu, sejumlah warga Biak Numfor tampak nonton bareng di warung kopi untuk menyaksikan proses sidang gugatan PHPU yang dilakukan sembilan hakim MK.

Baca juga: Kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf siap hadapi saksi Prabowo-Sandi sidang MK

Pewarta : Muhsidin
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar