Sebagian warga Nduga yang mengungsi sudah kembali ke daerah asalnya

id Dandim 1702: sebagian pengungsi sudah kembali ke Nduga

Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto. (ANTARA News Papua/Marius Frisson Yewun)

Wamena (ANTARA) - Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto mengatakan sebagian warga Kabupaten Nduga yang mengungsi ke Kabupaten Jayawijaya pada Desember 2018, sudah kembali ke daerah asalnya.

Dandim saat di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu (24/7), mengatakan sudah tidak ada lagi aktivitas di lokasi pengungsian di Ilekma, Jayawijaya.

"Masyarakat dari Distrik Mbua, Ndal dan Yal, Kabupaten Nduga mereka sudah mulai kembali. Kami sudah melakukan pendataan dan beberapa masyarakat mulai kembali," katanya.

Pengungsian yang sudah kembali ke kampung halaman itu lebih didominasi oleh orang dewasa. Sementara untuk ratusan anak-anak yang waktu itu belajar di sekolah darurat di Jayawijaya masih berada di sini.

Baca juga: Wapres: Pemda harus bekerja evaluasi kondisi Nduga pascakontak senjata

"Anak sekolah masih di sini kaitannya dengan tenaga pendidik tidak mau kembali ke tempat mereka kerja," katanya.

Tenaga pengajar yang sebelumnya ikut mengungsi ke Jayawijaya belum kembali karena mereka masih trauma dengan insiden pemerkosaan yang menimpa tenaga pendidik di Nduga.

"Sehingga mereka lebih memilih tinggal di sini dan mereka merasa nyaman karena mereka merasa adanya fasilitas yang mudah dalam hal transportasi dan sebagainya," katanya.

Dandim mengatakan ada kemungkinan besar anak-anak yang menempati sekolah darurat melanjutkan pendidikan di sejumlah sekolah yang ada di Jayawijaya.

"Yang kami pantau, mereka akan melanjutkan sekolah, bergabung mungkin dengan mendaftar di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Wamena karena ada sanak saudara mereka di Ilekma dan Napua,Jayawijaya," katanya.

Baca juga: Tokoh agama bantah kematian 130 pengungsi Nduga
Baca juga: Pengerjaan jembatan Yuguru di Nduga kembali dilakukan

Pewarta : Marius Frisson Yewun
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar