Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah instruksi kepada Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN), dan koreksi di antaranya mengenai desain dan fungsi terkait pembangunan kompleks eksekutif, legislatif, dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Selasa.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden, kepada wartawan saat ditemui di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa, menjelaskan OIKN beserta Kementerian Pekerjaan Umum diminta untuk melakukan sejumlah perbaikan, dan mempercepat pembangunan sehingga IKN sebagai Ibu Kota Politik dapat terwujud sesuai target yaitu pada tahun 2028.

"Tadi malam (12/1) Beliau (Presiden, red.) mendarat di IKN bersama dengan beberapa menteri untuk tadi pagi mendapatkan update dari Ketua OIKN berkenaan dengan progress pembangunan Ibu Kota Nusantara kita, yang Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan apa namanya fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif, yang harapannya bisa selesai tahun 2028," kata Prasetyo Hadi.

Ketua OIKN yang disebut oleh Prasetyo merujuk kepada Basuki Hadimuljono.

"Jadi, tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap pertama, misalnya, mengenai desain, kedua, mengenai fungsi. OIKN dan Kementerian Pekerjaan Umum diminta terus-menerus untuk memperbaiki," sambung Pras, sapaan akrab Prasetyo.

Di IKN, Presiden Prabowo menginap selama satu malam di hotel bintang lima yang berada di kawasan inti Ibu Kota Nusantara. IKN menjadi tujuan terakhir Presiden Prabowo dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kalimantan.

Rombongan menteri yang mengikuti Presiden Prabowo di IKN itu di antaranya Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.

Dalam kesempatan terpisah, Menko AHY menjelaskan pengembangan iKN sebagai smart city atau kota cerdas yang terintegrasi dengan teknologi, tidak hanya fokus pada pemanfaatan teknologi-teknologi mutakhir, tetapi juga pada tata kelola pembangunan yang terkoordinasi, inklusif, dan berorientasi kepada keberlanjutan lingkungan.

"IKN dirancang sebagai kota yang efisien, ramah lingkungan, dan berpusat kepada manusia. Karena itu, orkestrasi lintas sektor menjadi kunci agar seluruh ekosistem pembangunan berjalan selaras," kata AHY sebagaimana dikonfirmasi, di Jakarta, Selasa.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Di IKN, Prabowo beri koreksi soal desain dan fungsi kepada OIKN

Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor : Rangga Pandu Asmara Jingga
Copyright © ANTARA 2026