Dubes: Adaptasi model belajar Universitas Terbuka diperlukan untuk anak PMI
Senin, 29 Agustus 2022 8:45 WIB
Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Hermono. (ANTARA/Virna P Setyorini)
Kuala Lumpur (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono menjelaskan perlu ada adaptasi model belajar Universitas Terbuka (UT) untuk mengatasi persoalan pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.
"Persoalan anak-anaknya lebih kompleks," kata Hermono pada acara Wisuda Universitas Terbuka Malaysia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Minggu, menjelaskan persoalan pendidikan PMI dan keluarganya di Malaysia.
Ada sekitar 402 Community Learning Center (CLC) di Sabah dan Sarawak dan kebanyakan siswanya merupakan anak-anak ladang yang rata-rata sudah masuk ke perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Saat ini, Hermono mengatakan akan dicoba di Semenanjung.
Menurut dia, ada lebih dari 50.000 anak-anak dari PMI di Malaysia bagian timur, sementara jumlah di Semenanjung diperkirakan juga besar.
Saat ini, dia mengatakan, ada 25 Sanggar Bimbingan di Semenanjung dan terus akan ditambah supaya mereka juga dapat masuk Universitas Terbuka.
"Hanya persoalannya bagaimana membuka akses untuk bisa belajar jarak jauh ya. Pandemi (COVID-19) buktikan bahwa distance learning sangat mungkin dilakukan. Ini perlu kita bicarakan ke pusat," kata Hermono.
Dia menjelaskan bukan hanya perguruan tinggi saja yang dapat belajar jarak jauh, tapi pendidikan jenjang lebih rendah juga dapat dilakukan.
"Dalam kesempatan ini kita mau lihat model Universitas Terbuka diadaptasi ke jenjang yang lebih rendah. Kita harus mulai dari sekarang juga," kata Dubes.
Hermono mengatakan selalu memberikan dukungan kepada PMI di Malaysia dan secara pribadi mendukung setiap proses belajar mengajar yang menaikkan kapasitas pekerja migran Indonesia di negeri jiran itu.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dubes RI: Perlu ada adaptasi model belajar UT untuk anak-anak PMI
"Persoalan anak-anaknya lebih kompleks," kata Hermono pada acara Wisuda Universitas Terbuka Malaysia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Minggu, menjelaskan persoalan pendidikan PMI dan keluarganya di Malaysia.
Ada sekitar 402 Community Learning Center (CLC) di Sabah dan Sarawak dan kebanyakan siswanya merupakan anak-anak ladang yang rata-rata sudah masuk ke perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Saat ini, Hermono mengatakan akan dicoba di Semenanjung.
Menurut dia, ada lebih dari 50.000 anak-anak dari PMI di Malaysia bagian timur, sementara jumlah di Semenanjung diperkirakan juga besar.
Saat ini, dia mengatakan, ada 25 Sanggar Bimbingan di Semenanjung dan terus akan ditambah supaya mereka juga dapat masuk Universitas Terbuka.
"Hanya persoalannya bagaimana membuka akses untuk bisa belajar jarak jauh ya. Pandemi (COVID-19) buktikan bahwa distance learning sangat mungkin dilakukan. Ini perlu kita bicarakan ke pusat," kata Hermono.
Dia menjelaskan bukan hanya perguruan tinggi saja yang dapat belajar jarak jauh, tapi pendidikan jenjang lebih rendah juga dapat dilakukan.
"Dalam kesempatan ini kita mau lihat model Universitas Terbuka diadaptasi ke jenjang yang lebih rendah. Kita harus mulai dari sekarang juga," kata Dubes.
Hermono mengatakan selalu memberikan dukungan kepada PMI di Malaysia dan secara pribadi mendukung setiap proses belajar mengajar yang menaikkan kapasitas pekerja migran Indonesia di negeri jiran itu.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dubes RI: Perlu ada adaptasi model belajar UT untuk anak-anak PMI
Pewarta : Virna P Setyorini
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Istana: Target penyelesaian negosiasi tarif impor AS bergeser ke pertengahan Februari
28 January 2026 22:18 WIB
Ikatan wartawan Malaysia-Indonesia minta media jaga narasi isu perbatasan Sabah--Kaltara
23 January 2026 23:25 WIB
Soal perbatasan, Malaysia komitmen atas kedaulatan bersama dengan Indonesia
23 January 2026 16:36 WIB
Menlu Sugiono: Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza bukti peran RI diakui dunia
23 January 2026 10:13 WIB
Diaspora harap kehadiran Presiden Prabowo di WEF buka keran investasi ke RI
22 January 2026 14:12 WIB
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Ribuan wisatawan asal Malaysia gunakan Whoosh untuk wisata di libur Natal dan tahun baru
28 December 2025 15:41 WIB
Gunung Semeru kembali erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter Sabtu pagi
20 December 2025 9:01 WIB
Sebanyak 14 mahasiswa UMPSA Malaysia belajar sains-budaya di Universitas Negeri Semarang
15 December 2025 19:01 WIB
KJRI Penang genjot peningkatan kunjungan turis Malaysia ke Indonesia lewat QRIS
03 December 2025 19:23 WIB