Film Indonesia Tayang di Kuala Lumpur
Selasa, 28 Maret 2017 17:14 WIB
Film Indonesia (1)
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Rumah Budaya Indonesia (RBI) Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur menayangkan tiga film nasional produksi Indonesia pada sejumlah tempat di Kuala Lumpur dalam rangka memperingati Hari Film Nasional pada 30 Maret 2017.
"Ini merupakan program dalam rangka Hari Film Nasional untuk memutar film Indonesia di seluruh negara termasuk Malaysia atas instruksi Dirjen Kebudayaan Kemdikbud," ujar Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Prof Dr Ari Purbayanto di Kuala Lumpur, Selasa.
Menurut dia, tema penayangan film kali ini adalah "Merayakan Keberagaman Indonesia" dengan sub tema tak kenal maka tak sayang.
Dia mengatakan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengirimkan empat film ke 17 atase pendidikan dan kebudayaan RI di sejumlah kedutaan.
Film tersebut sudah dengan "subtitle" Bahasa Inggris dan dalam bentuk DVD yaitu The Mirror Never Lies, Aisyah Biarkan Kami Bersaudara dan Demi Ucok.
"Berdasarkan informasi dari Jakarta untuk film Sekolah Rimba tidak dapat ditayangkan dalam rangka acara ini di luar negeri karena hak tayang yang dipegang oleh Kemdikbud untuk film tersebut hanya bagi penayangan di dalam negeri. Sementara untuk film Athirah, belum mendapatkan izin dari production house-nya," katanya.
Untuk pemutaran di Kuala Lumpur Film "Demi Ucok" tayang pada Rabu 29 Maret 2017 di G09 & G10 Finas Platinum Sentral Jalan Stasiun Sentral, "The Mirror Never Lies" tayang di Performance Art Theatre Auditorium Management & Science University Shah Alam, Selangor Kamis 30 Maret 2017 dan "Aisyah Biarkan Kami Bersaudara" tayang Jumat 31 Maret 2017 di Auditorium Asia Pacific University (APU) New Campus Technology Park Malaysia, Bukit Jalil.
"Ini merupakan program dalam rangka Hari Film Nasional untuk memutar film Indonesia di seluruh negara termasuk Malaysia atas instruksi Dirjen Kebudayaan Kemdikbud," ujar Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Prof Dr Ari Purbayanto di Kuala Lumpur, Selasa.
Menurut dia, tema penayangan film kali ini adalah "Merayakan Keberagaman Indonesia" dengan sub tema tak kenal maka tak sayang.
Dia mengatakan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengirimkan empat film ke 17 atase pendidikan dan kebudayaan RI di sejumlah kedutaan.
Film tersebut sudah dengan "subtitle" Bahasa Inggris dan dalam bentuk DVD yaitu The Mirror Never Lies, Aisyah Biarkan Kami Bersaudara dan Demi Ucok.
"Berdasarkan informasi dari Jakarta untuk film Sekolah Rimba tidak dapat ditayangkan dalam rangka acara ini di luar negeri karena hak tayang yang dipegang oleh Kemdikbud untuk film tersebut hanya bagi penayangan di dalam negeri. Sementara untuk film Athirah, belum mendapatkan izin dari production house-nya," katanya.
Untuk pemutaran di Kuala Lumpur Film "Demi Ucok" tayang pada Rabu 29 Maret 2017 di G09 & G10 Finas Platinum Sentral Jalan Stasiun Sentral, "The Mirror Never Lies" tayang di Performance Art Theatre Auditorium Management & Science University Shah Alam, Selangor Kamis 30 Maret 2017 dan "Aisyah Biarkan Kami Bersaudara" tayang Jumat 31 Maret 2017 di Auditorium Asia Pacific University (APU) New Campus Technology Park Malaysia, Bukit Jalil.
Pewarta : Agus Setiawan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ikatan wartawan Malaysia-Indonesia minta media jaga narasi isu perbatasan Sabah--Kaltara
23 January 2026 23:25 WIB
Soal perbatasan, Malaysia komitmen atas kedaulatan bersama dengan Indonesia
23 January 2026 16:36 WIB
Menlu Sugiono: Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza bukti peran RI diakui dunia
23 January 2026 10:13 WIB
Presiden Prabowo jajaki kerja sama pendidikan dengan Russell Group di Lancaster
21 January 2026 11:33 WIB
Militer Indonesia kerahkan prajurit Marinir bantu proses evakuasi pesawat ATR 42-500
20 January 2026 12:31 WIB