BP2MI seimbangkan kebutuhan SDM dengan teknologi untuk lindungi pekerja migran Indonesia
Sabtu, 28 Oktober 2023 8:55 WIB
Sekretaris Utama BP2MI Rinardi saat ditemui usai pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan BP2MI, Jakarta, Kamis (26/10/2023). ANTARA/Zubi Mahrofi.
Jakarta (ANTARA) - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) berupaya untuk menyeimbangkan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dengan penggunaan teknologi untuk memberikan pelindungan kepada pekerja migran Indonesia (PMI).
"Jadi kalau ditanya apakah SDM masih kurang? Pasti masih kurang. Tapi pada titik tertentu dengan sistem teknologi informasi, kita akan mulai menyeimbangkan," kata Sekretaris Utama BP2MI Rinardi usai pelantikan 12 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan dilantiknya PPPK itu untuk meningkatkan kinerja BP2MI sebagai lembaga yang bertugas melindungi para pekerja migran Indonesia.
"Kalian akan mengisi peta jabatan. Dan dilantik untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan harapan agar BP2MI dapat lebih maju dengan pejabat fungsional sebagai garda terdepan dalam melakukan fungsi pelayanan terhadap pegawai dan masyarakat sesuai dengan program yang telah dicanangkan," katanya.
Ia mengemukakan, pada tahun ini BP2MI mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp45 miliar yang akan digunakan untuk melindungi pekerja migran Indonesia termasuk untuk pengembangan kompetensi pegawai.
Rinardi juga mengungkapkan sejak tahun 2020 sampai Oktober 2023 ini ada 105.000 orang masyarakat Indonesia yang bekerja di luar negeri dideportasi, sekitar 3.500 orang dalam kondisi sakit, dan 2.300 di antaranya meninggal dunia.
"Tentunya kejadian itu membutuhkan biaya. Negara harus hadir terlepas mereka berangkat ke luar negeri secara resmi atau tidak. Kami tidak boleh membeda-bedakan mereka juga harus dilindungi," katanya.
Dalam kesempatan itu, Rinardi mengingatkan agar pegawai pemerintah yang baru dilantik di lingkungan BP2MI itu untuk tetap terus menjaga komitmennya dalam memberikan pelindungan kepada pekerja migran Indonesia.
"Harapan saya pegawai yang baru dilantik ini dapat menjalankan fungsi dan perannya secara profesional dan juga bertanggung jawab yang nantinya akan berimplikasi positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik pada pekerja migran Indonesia dan masyarakat," katanya.
Ia menekankan agar pegawai baru juga untuk terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitasnya agar mampu menghadapi tantangan ke depan sesuai dengan keahlian dan peraturan perundang-undangan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BP2MI seimbangkan kebutuhan SDM dengan teknologi untuk melindungi PMI
"Jadi kalau ditanya apakah SDM masih kurang? Pasti masih kurang. Tapi pada titik tertentu dengan sistem teknologi informasi, kita akan mulai menyeimbangkan," kata Sekretaris Utama BP2MI Rinardi usai pelantikan 12 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan dilantiknya PPPK itu untuk meningkatkan kinerja BP2MI sebagai lembaga yang bertugas melindungi para pekerja migran Indonesia.
"Kalian akan mengisi peta jabatan. Dan dilantik untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan harapan agar BP2MI dapat lebih maju dengan pejabat fungsional sebagai garda terdepan dalam melakukan fungsi pelayanan terhadap pegawai dan masyarakat sesuai dengan program yang telah dicanangkan," katanya.
Ia mengemukakan, pada tahun ini BP2MI mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp45 miliar yang akan digunakan untuk melindungi pekerja migran Indonesia termasuk untuk pengembangan kompetensi pegawai.
Rinardi juga mengungkapkan sejak tahun 2020 sampai Oktober 2023 ini ada 105.000 orang masyarakat Indonesia yang bekerja di luar negeri dideportasi, sekitar 3.500 orang dalam kondisi sakit, dan 2.300 di antaranya meninggal dunia.
"Tentunya kejadian itu membutuhkan biaya. Negara harus hadir terlepas mereka berangkat ke luar negeri secara resmi atau tidak. Kami tidak boleh membeda-bedakan mereka juga harus dilindungi," katanya.
Dalam kesempatan itu, Rinardi mengingatkan agar pegawai pemerintah yang baru dilantik di lingkungan BP2MI itu untuk tetap terus menjaga komitmennya dalam memberikan pelindungan kepada pekerja migran Indonesia.
"Harapan saya pegawai yang baru dilantik ini dapat menjalankan fungsi dan perannya secara profesional dan juga bertanggung jawab yang nantinya akan berimplikasi positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik pada pekerja migran Indonesia dan masyarakat," katanya.
Ia menekankan agar pegawai baru juga untuk terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitasnya agar mampu menghadapi tantangan ke depan sesuai dengan keahlian dan peraturan perundang-undangan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BP2MI seimbangkan kebutuhan SDM dengan teknologi untuk melindungi PMI
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kasus izin kerja TKA, KPK periksa Atase Ketenagakerjaan KBRI KL sebagai saksi
24 October 2025 18:44 WIB
KTT Ke-47 ASEAN akan rumuskan Deklarasi KL terkait penggunaan medsos yang aman
02 October 2025 10:28 WIB
Psikolog dorong orang tua ajarkan anak berpikir kritis agar tidak dimanjakan AI
03 May 2025 17:05 WIB
Malaysia mengecam keras penggunaan piranti komunikasi untuk senjata di Lebanon
19 September 2024 22:02 WIB, 2024
Megawati mengajak dunia buat hukum internasional atur penggunaan AI
17 September 2024 5:54 WIB, 2024
Malaysia kecewa penggunaan hak veto halangi Palestina jadi anggota penuh PBB
19 April 2024 16:29 WIB, 2024
Menhub sepakat penggunaan bus antar jemput di jalur bandara Bali antisipasi kemacetan
31 December 2023 16:12 WIB, 2023
KJRI Penang-Bank Indonesia dorong penggunaan rupiah untuk transaksi di Malaysia
12 September 2023 16:47 WIB, 2023
Terpopuler - Kabar Migran
Lihat Juga
KBRI KL imbau WNI tanpa izin segera manfaatkan Program Repatriasi Migran 2.0
15 April 2026 18:59 WIB