33 pekerja migran Indonesia berangkat dari Pelabuhan Tanjung Silopo Sulawesi Barat ke Malaysia
Rabu, 20 Desember 2023 12:26 WIB
Penjabat Gubernur Sulbar Zudan Arif Fakrulloh (kiri) dan mantan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (kanan) pada peluncuran pelayaran perdana dari Pelabuhan Tanjung Silopo Kabupaten Polewali Mandar ke Pelabuhan Lahad Datu Malaysia. (ANTARA/HO/Diskominfo Sulbar)
Mamuju (ANTARA) - Sebanyak 33 Pekerja Migran Indonesia (PMI) diberangkatkan ke Malaysia pada pelayaran perdana di Pelabuhan Tanjung Silopo Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat, menuju Pelabuhan Lahad Datu, Tawau, Sabah, Malaysia.
"Kami berterima kasih atas kehadiran pemerintah dalam memfasilitasi rute pelayaran Polewali Mandar ke Lahad Datu Malaysia melalui Pelabuhan Tanjung Silopo," kata Ujang Saidin, Ketua Rombongan PMI dari PT Mutiara Putra Utama Polewali Mandar, Selasa.
Sebelum beroperasinya pelayaran langsung dari Polewali Mandar ke Malaysia melalui Pelabuhan Tanjung Silopo-Lahad Datu tambahnya, para PMI yang akan bekerja ke Malaysia harus transit di Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, selanjutnya naik perahu cepat menuju Lahad Datu.
"Setelah beroperasi pelayaran internasional Tanjung Silopo-Lahad Datu ini, pemberangkatan PMI sudah bisa langsung dari Polewali Mandar ke Malaysia. Jadi nanti dari Lahad Datu lanjut naik bus ke kota Maradu," terang Ujang Saidi.
Ke-33 PMI yang diberangkatkan pada pelayaran perdana dari Pelabuhan Tanjung Silopo ke Pelabuhan Lahad Datu itu tambahnya, sebanyak 12 orang diantaranya warga Kabupaten Polewali Mandar, dan sisanya berasal dari daerah lain, bahkan ada dari luar Sulawesi Barat.
"Para PMI ini akan bekerja di PT Mutiara Putra Utama Polewali Mandar di Kota Marudu, Malaysia," ujar Ujang Saidi.
Sementara, Gubernur Sulawesi Barat periode 2017-2022 Ali Baal Masdar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Penjabat Gubernur Zudan Arif Fakrulloh yang telah merealisasikan pelayaran internasional di Kabupaten Polewali Mandar tersebut.
"Terwujudnya akses pelayaran langsung ke Lahad Datu Malaysia ini telah lama dinantikan masyarakat Sulawesi Barat yang bekerja di Lahad Datu Malaysia," kata Ali Baal Masdar.
Ia mengaku telah merintis rute pelayaran langsung dari Polewali Mandar ke Lahad Datu Malaysia sejak enam tahun lalu.
"Sejak enam tahun lalu, saya bersama Bupati Polewali Mandar Andi Andi Ibrahim Masdar, merintis rute pelayaran ini hingga dapat diwujudkan tahun ini berkat dukungan Penjabat Gubernur Sulawesi Barat," jelas Ali Baal Masdar.
Sementara, Penjabat Gubernur Sulbar Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, pelayaran Tanjung Silopo ke Pelabuhan Lahad Datu juga berpotensi menjadi jalur perdagangan dan angkutan produk lokal daerah dengan tujuan mendorong perekonomian daerah dan mensejahterakan masyarakat Sulbar.
Ia menyampaikan bahwa banyak produk lokal asal Sulbar yang bisa diekspor ke Malaysia, diantaranya beras, sayur, telur serta buah-buahan.
"Saya akan dukung penuh. Kita siap kembangkan, dari pengiriman PMI, non-PMI, setelah itu pengiriman barang barang dan berbagai hasil pertanian dari Sulbar," terang Zudan Arif Fakrulloh.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 33 PMI diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Silopo ke Malaysia
"Kami berterima kasih atas kehadiran pemerintah dalam memfasilitasi rute pelayaran Polewali Mandar ke Lahad Datu Malaysia melalui Pelabuhan Tanjung Silopo," kata Ujang Saidin, Ketua Rombongan PMI dari PT Mutiara Putra Utama Polewali Mandar, Selasa.
Sebelum beroperasinya pelayaran langsung dari Polewali Mandar ke Malaysia melalui Pelabuhan Tanjung Silopo-Lahad Datu tambahnya, para PMI yang akan bekerja ke Malaysia harus transit di Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, selanjutnya naik perahu cepat menuju Lahad Datu.
"Setelah beroperasi pelayaran internasional Tanjung Silopo-Lahad Datu ini, pemberangkatan PMI sudah bisa langsung dari Polewali Mandar ke Malaysia. Jadi nanti dari Lahad Datu lanjut naik bus ke kota Maradu," terang Ujang Saidi.
Ke-33 PMI yang diberangkatkan pada pelayaran perdana dari Pelabuhan Tanjung Silopo ke Pelabuhan Lahad Datu itu tambahnya, sebanyak 12 orang diantaranya warga Kabupaten Polewali Mandar, dan sisanya berasal dari daerah lain, bahkan ada dari luar Sulawesi Barat.
"Para PMI ini akan bekerja di PT Mutiara Putra Utama Polewali Mandar di Kota Marudu, Malaysia," ujar Ujang Saidi.
Sementara, Gubernur Sulawesi Barat periode 2017-2022 Ali Baal Masdar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Penjabat Gubernur Zudan Arif Fakrulloh yang telah merealisasikan pelayaran internasional di Kabupaten Polewali Mandar tersebut.
"Terwujudnya akses pelayaran langsung ke Lahad Datu Malaysia ini telah lama dinantikan masyarakat Sulawesi Barat yang bekerja di Lahad Datu Malaysia," kata Ali Baal Masdar.
Ia mengaku telah merintis rute pelayaran langsung dari Polewali Mandar ke Lahad Datu Malaysia sejak enam tahun lalu.
"Sejak enam tahun lalu, saya bersama Bupati Polewali Mandar Andi Andi Ibrahim Masdar, merintis rute pelayaran ini hingga dapat diwujudkan tahun ini berkat dukungan Penjabat Gubernur Sulawesi Barat," jelas Ali Baal Masdar.
Sementara, Penjabat Gubernur Sulbar Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, pelayaran Tanjung Silopo ke Pelabuhan Lahad Datu juga berpotensi menjadi jalur perdagangan dan angkutan produk lokal daerah dengan tujuan mendorong perekonomian daerah dan mensejahterakan masyarakat Sulbar.
Ia menyampaikan bahwa banyak produk lokal asal Sulbar yang bisa diekspor ke Malaysia, diantaranya beras, sayur, telur serta buah-buahan.
"Saya akan dukung penuh. Kita siap kembangkan, dari pengiriman PMI, non-PMI, setelah itu pengiriman barang barang dan berbagai hasil pertanian dari Sulbar," terang Zudan Arif Fakrulloh.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 33 PMI diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Silopo ke Malaysia
Pewarta : Amirullah
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KBRI KL imbau WNI tanpa izin segera manfaatkan Program Repatriasi Migran 2.0
15 April 2026 18:59 WIB
Kementerian P2MI, KBRI Kuala Lumpur percepat pendataan pekerja migran non-prosedural
19 February 2026 1:22 WIB
Terpopuler - Kabar Migran
Lihat Juga
KBRI KL imbau WNI tanpa izin segera manfaatkan Program Repatriasi Migran 2.0
15 April 2026 18:59 WIB