Api Mrapen disakralkan di Candi Mendut sebelum perayaan Waisak
Rabu, 22 Mei 2024 7:40 WIB
Ketua DPD Walubi Jawa Tengah Tanto Harsono membawa obor api Mrapen Kabupaten Grobogan untuk disakralkan di Candi Manduk Kabupaten Magelang. ANTARA/Heru Suyitno
Magelang (ANTARA) - Api dharma dari sumber api alam Mrapen, Kabupaten Grobogan disakralkan oleh para biksu di Candi Mendut Kabupaten Magelang, sebelum perayaan Waisak 2568 B.E/2024 di Candi Borobudur.
Ketua DPD Walubi Jawa Tengah Tanto Harsono di Magelang, Selasa, menyampaikan api merupakan salah satu unsur kehidupan. Api ini diambil dari sumber api abadi di Mrapen, Kabupaten Grobogan.
Ia menyampaikan api dari Mrapen ini disakralkan di Candi Mendut sebelum dibawa ke Candi Borobudur besuk pada perayaan Waisak.
Tanto menjelaskan setelah upacara dengan membaca doa, api ini dibawa pradaksina keliling candi sampai tiga kali.
Menjelang perayaan Waisak, katanya api ini akan dibawa ke Candi Borobudur bersama dengan air suci dari Umbul Jumprit di Kabupaten Temanggung.
Ia menuturkan saat pradaksina sambil membaca doa supaya cita-cita bisa tercapai dan harapan bisa terwujud.
"Walubi mengharapkan Indonesia ini bisa hidup rukun, bahagia semua dan bisa makmur. Kita dalam berkehidupan berbangsa ini bisa aman dan damai," katanya.
Api dharma yang bersumber dari api alam di Mrapen, merupakan lambang yang memancarkan cahaya gemerlapan, menghapuskan keadaan suram menjadi terang dan yang memberikan semangat menembus ketidaktahuan dalam kehidupan ini.
"Dengan pancaran penerangan akan menjadikan kehidupan ini terayomi oleh tuntutan Dharma yang mampu melepaskan manusia dari belenggu penderitaan," katanya.
Ia menjelaskan, Api Dharma sebagai lambang semangat merupakan sarana peribadatan ritual umat Buddha yang senantiasa melahirkan pencerahan dan penyadaran dalam kehidupan ini, dengan lambang api ini pula Walubi berupaya menjadikan kebersamaan dan kerukunan hidup umat beragama yang dilandasi oleh cinta kasih dan welas asih menjadi rangkaian seluruh aktivitas Buddha Dharma Indonesia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Api Mrapen disakralkan di Candi Mendut
Ketua DPD Walubi Jawa Tengah Tanto Harsono di Magelang, Selasa, menyampaikan api merupakan salah satu unsur kehidupan. Api ini diambil dari sumber api abadi di Mrapen, Kabupaten Grobogan.
Ia menyampaikan api dari Mrapen ini disakralkan di Candi Mendut sebelum dibawa ke Candi Borobudur besuk pada perayaan Waisak.
Tanto menjelaskan setelah upacara dengan membaca doa, api ini dibawa pradaksina keliling candi sampai tiga kali.
Menjelang perayaan Waisak, katanya api ini akan dibawa ke Candi Borobudur bersama dengan air suci dari Umbul Jumprit di Kabupaten Temanggung.
Ia menuturkan saat pradaksina sambil membaca doa supaya cita-cita bisa tercapai dan harapan bisa terwujud.
"Walubi mengharapkan Indonesia ini bisa hidup rukun, bahagia semua dan bisa makmur. Kita dalam berkehidupan berbangsa ini bisa aman dan damai," katanya.
Api dharma yang bersumber dari api alam di Mrapen, merupakan lambang yang memancarkan cahaya gemerlapan, menghapuskan keadaan suram menjadi terang dan yang memberikan semangat menembus ketidaktahuan dalam kehidupan ini.
"Dengan pancaran penerangan akan menjadikan kehidupan ini terayomi oleh tuntutan Dharma yang mampu melepaskan manusia dari belenggu penderitaan," katanya.
Ia menjelaskan, Api Dharma sebagai lambang semangat merupakan sarana peribadatan ritual umat Buddha yang senantiasa melahirkan pencerahan dan penyadaran dalam kehidupan ini, dengan lambang api ini pula Walubi berupaya menjadikan kebersamaan dan kerukunan hidup umat beragama yang dilandasi oleh cinta kasih dan welas asih menjadi rangkaian seluruh aktivitas Buddha Dharma Indonesia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Api Mrapen disakralkan di Candi Mendut
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Indonesia perkuat diplomasi budaya lewat Asia Pacific Film Festival Swiss
11 February 2026 11:03 WIB
Ribuan wisatawan asal Malaysia gunakan Whoosh untuk wisata di libur Natal dan tahun baru
28 December 2025 15:41 WIB
Gunung Semeru kembali erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter Sabtu pagi
20 December 2025 9:01 WIB
Sebanyak 14 mahasiswa UMPSA Malaysia belajar sains-budaya di Universitas Negeri Semarang
15 December 2025 19:01 WIB
KJRI Penang genjot peningkatan kunjungan turis Malaysia ke Indonesia lewat QRIS
03 December 2025 19:23 WIB
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Indonesia perkuat diplomasi budaya lewat Asia Pacific Film Festival Swiss
11 February 2026 11:03 WIB
Ribuan wisatawan asal Malaysia gunakan Whoosh untuk wisata di libur Natal dan tahun baru
28 December 2025 15:41 WIB
Gunung Semeru kembali erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter Sabtu pagi
20 December 2025 9:01 WIB
Sebanyak 14 mahasiswa UMPSA Malaysia belajar sains-budaya di Universitas Negeri Semarang
15 December 2025 19:01 WIB
KJRI Penang genjot peningkatan kunjungan turis Malaysia ke Indonesia lewat QRIS
03 December 2025 19:23 WIB