AS bantu penyelidikan insiden turbulensi pesawat Singapore Airlines SQ321
Rabu, 22 Mei 2024 12:47 WIB
Ilustrasi - Maskapai Singapore Airlines. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari/foc/aa. (ANTARAFOTO/Puspa Perwitasari)
Washington (ANTARA) - Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) mengirimkan sejumlah penasihat untuk membantu Singapura menyelidiki insiden fatal yang dialami pesawat Singapore Airlines SQ321 buatan Boeing akibat turbulensi parah, Selasa (21/5).
Pada Selasa, maskapai Singapore Airlines menyatakan bahwa sejumlah penumpang cedera dan satu orang meninggal dunia di dalam pesawat Boeing 777 yang mengalami turbulensi di dekat Myanmar itu.
"NTSB mengirimkan perwakilan terakreditasi dan empat penasihat teknis untuk mendukung penyelidikan Biro Investigasi Keselamatan Transportasi Singapura (TSIB) terhadap kecelakaan turbulensi di penerbangan 321 Singapore Airlines," kata NTSB dikutip Sputnik.
Penerbangan Singapore Airlines tersebut sedang dalam perjalanan dari London ke Singapura ketika tiba-tiba mengalami turbulensi ekstrem di Cekungan Irrawaddy.
Menyusul insiden itu, pilot terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bangkok, Thailand, pada Selasa pagi.
Pesawat tersebut mengangkut 221 penumpang dan 18 awak, kata maspakai tersebut, seraya menambahkan bahwa sebagian besar penumpang berasal dari Australia dan Inggris.
Sumber: Sputnik
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS bantu penyelidikan insiden turbulensi pesawat Singapore Airlines
Pada Selasa, maskapai Singapore Airlines menyatakan bahwa sejumlah penumpang cedera dan satu orang meninggal dunia di dalam pesawat Boeing 777 yang mengalami turbulensi di dekat Myanmar itu.
"NTSB mengirimkan perwakilan terakreditasi dan empat penasihat teknis untuk mendukung penyelidikan Biro Investigasi Keselamatan Transportasi Singapura (TSIB) terhadap kecelakaan turbulensi di penerbangan 321 Singapore Airlines," kata NTSB dikutip Sputnik.
Penerbangan Singapore Airlines tersebut sedang dalam perjalanan dari London ke Singapura ketika tiba-tiba mengalami turbulensi ekstrem di Cekungan Irrawaddy.
Menyusul insiden itu, pilot terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bangkok, Thailand, pada Selasa pagi.
Pesawat tersebut mengangkut 221 penumpang dan 18 awak, kata maspakai tersebut, seraya menambahkan bahwa sebagian besar penumpang berasal dari Australia dan Inggris.
Sumber: Sputnik
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS bantu penyelidikan insiden turbulensi pesawat Singapore Airlines
Pewarta : Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KJRI Penang sambut antusias pembukaan rute penerbangan Jakarta-Penang oleh TransNusa
24 November 2025 19:00 WIB
Pesawat penumpang Azerbaijan Airlines jatuh dekat kota Aktau, Kazakhstan
25 December 2024 17:46 WIB, 2024
Sembilan warga negara Malaysia penumpang Singapore Airlines SQ321 luka-luka
22 May 2024 14:09 WIB, 2024
Kemlu sebut tidak ada WNI terdampak turbulensi pesawat Singapore Airlines
22 May 2024 7:37 WIB, 2024
Malaysia Airlines batalkan sejumlah penerbangan terdampak erupsi Gunung Ruang
18 April 2024 12:31 WIB, 2024
Pesawat Japan Airlines terbakar di bandara Haneda, 379 penumpang selamat
02 January 2024 19:26 WIB, 2024
Malaysia terus komitmen cari kebenaran dan keadilan dari kasus jatuhnya MH17
18 July 2023 7:24 WIB, 2023
Malaysia desak proses pidana independen terhadap tersangka penembak MH17
16 July 2022 22:33 WIB, 2022