PVMBG ingatkan potensi erupsi Marapi meski ada penurunan status
Senin, 1 Juli 2024 20:46 WIB
Erupsi Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. PVMBG menurunkan status gunung api tersebut dari level III menjadi level II. (ANTARA/Muhammad Zulfikar).
Padang (ANTARA) - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat terkait masih adanya potensi erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat meskipun terjadi penurunan status dari level III (siaga) menjadi level II (waspada).
"Potensi terjadinya erupsi masih tetap ada yang merupakan pelepasan dari sisa energi untuk menuju kondisi kesetimbangan," kata Kepala PVMBG, Hendra Gunawan dalam keterangan tertulis yang diterima di Padang, Senin.
Hal tersebut disampaikan Kepala PVMBG menyusul turunnya status level Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar dari level III menjadi level II per 1 Juli 2024.
Hendra mengatakan jika tidak terjadi peningkatan pasokan magma kembali, erupsi yang dapat terjadi diperkirakan berskala kecil dengan potensi bahaya dari lontaran material letusan berada di sekitar puncak Gunung Marapi di dalam wilayah radius tiga kilometer dari pusat aktivitas (kawah verbeek).
Untuk sebaran abu erupsi dapat terjadi sesuai arah dan kecepatan angin. Namun demikian, material erupsi yang jatuh dan sudah mengendap di bagian puncak maupun lereng gunung selama ini masih tetap berpotensi menjadi ancaman lahar saat bercampur dengan air hujan.
Oleh sebab itu, sambung dia, potensi bahaya dari aliran, banjir lahar pada lembah atau bantaran aliran sungai-sungai yang berhulu di bagian puncak Gunung Marapi harus tetap diwaspadai masyarakat.
Tidak hanya itu, dalam laporan yang sama, PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya dari gas-gas vulkanik beracun seperti CO2, CO, SO2, dan H2S yang tetap ada di area kawah atau puncak Gunung Marapi.
Sekaitan penurunan status gunung api aktif tersebut, PVMBG juga menyampaikan sejumlah hasil evaluasi, di antaranya laju emisi (fluks) gas SO2 Gunung Marapi (dari satelit Sentinel) yang juga dapat mengindikasikan pasokan magma dari kedalaman secara umum memperlihatkan penurunan.
Grafik laju emisi gas menunjukkan relatif stabil dalam kuantitas yang rendah di bawah 300 ton/hari sejak awal Mei 2024. Kemudian, grafik deformasi tiltmeter (alat pengukur deformasi gunung) secara umum menunjukkan penurunan (deflasi) yang mengindikasikan kecenderungan pengempisan pada tubuh Marapi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PVMBG ingatkan potensi erupsi Marapi meski terjadi penurunan status
"Potensi terjadinya erupsi masih tetap ada yang merupakan pelepasan dari sisa energi untuk menuju kondisi kesetimbangan," kata Kepala PVMBG, Hendra Gunawan dalam keterangan tertulis yang diterima di Padang, Senin.
Hal tersebut disampaikan Kepala PVMBG menyusul turunnya status level Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar dari level III menjadi level II per 1 Juli 2024.
Hendra mengatakan jika tidak terjadi peningkatan pasokan magma kembali, erupsi yang dapat terjadi diperkirakan berskala kecil dengan potensi bahaya dari lontaran material letusan berada di sekitar puncak Gunung Marapi di dalam wilayah radius tiga kilometer dari pusat aktivitas (kawah verbeek).
Untuk sebaran abu erupsi dapat terjadi sesuai arah dan kecepatan angin. Namun demikian, material erupsi yang jatuh dan sudah mengendap di bagian puncak maupun lereng gunung selama ini masih tetap berpotensi menjadi ancaman lahar saat bercampur dengan air hujan.
Oleh sebab itu, sambung dia, potensi bahaya dari aliran, banjir lahar pada lembah atau bantaran aliran sungai-sungai yang berhulu di bagian puncak Gunung Marapi harus tetap diwaspadai masyarakat.
Tidak hanya itu, dalam laporan yang sama, PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya dari gas-gas vulkanik beracun seperti CO2, CO, SO2, dan H2S yang tetap ada di area kawah atau puncak Gunung Marapi.
Sekaitan penurunan status gunung api aktif tersebut, PVMBG juga menyampaikan sejumlah hasil evaluasi, di antaranya laju emisi (fluks) gas SO2 Gunung Marapi (dari satelit Sentinel) yang juga dapat mengindikasikan pasokan magma dari kedalaman secara umum memperlihatkan penurunan.
Grafik laju emisi gas menunjukkan relatif stabil dalam kuantitas yang rendah di bawah 300 ton/hari sejak awal Mei 2024. Kemudian, grafik deformasi tiltmeter (alat pengukur deformasi gunung) secara umum menunjukkan penurunan (deflasi) yang mengindikasikan kecenderungan pengempisan pada tubuh Marapi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PVMBG ingatkan potensi erupsi Marapi meski terjadi penurunan status
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gunung Marapi Sumbar meletus dan berstatus waspada dengan radius aman tiga kilometer
08 September 2025 10:23 WIB
Gunung Marapi di Tanah Datar kembali erupsi lontarkan abu vulkanik 1 kilometer
20 March 2025 7:18 WIB
Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi, lontarkan abu setinggi dua kilometer
30 May 2024 19:50 WIB, 2024
BNPB sebut total 67 orang meninggal dunia dalam bencana banjir lahar Marapi
16 May 2024 10:05 WIB, 2024
Badan Geologi imbau warga menjauhi aliran sungai berhulu ke Gunung Marapi
06 April 2024 7:20 WIB, 2024
Gunung Marapi di Sumatera Barat hembuskan abu vulkanik setinggi 1,5 kilometer
03 April 2024 15:13 WIB, 2024
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Pemkab Aceh Barat Daya sediakan beasiswa untuk mencetak 100 penghafal Al Quran
21 February 2026 23:01 WIB
Indonesia perkuat diplomasi budaya lewat Asia Pacific Film Festival Swiss
11 February 2026 11:03 WIB
Ribuan wisatawan asal Malaysia gunakan Whoosh untuk wisata di libur Natal dan tahun baru
28 December 2025 15:41 WIB
Gunung Semeru kembali erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter Sabtu pagi
20 December 2025 9:01 WIB
Sebanyak 14 mahasiswa UMPSA Malaysia belajar sains-budaya di Universitas Negeri Semarang
15 December 2025 19:01 WIB
KJRI Penang genjot peningkatan kunjungan turis Malaysia ke Indonesia lewat QRIS
03 December 2025 19:23 WIB