Iran luncurkan satelit penelitian Chamran-1 ke antariksa
Minggu, 15 September 2024 6:02 WIB
Arsip - Peluncuran satelit Iran pada Januari 2024. (ANTARA/Anadolu/as)
Teheran (ANTARA) - Iran pada Sabtu mengumumkan keberhasilannya meluncurkan satelit penelitian buatan sendiri, Chamran-1, ke ruang angkasa.
"Satelit itu berada pada orbit 550 km pada Sabtu pagi menggunakan Qaem-100, wahana peluncur antariksa berbahan bakar padat yang dikembangkan oleh para pakar kedirgantaraan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)," kata kantor berita negara Iran, IRNA, dalam laporannya.
Qaem-100 menyelesaikan uji terbang suborbital pada November 2022.
Menurut laporan itu, misi utama Chamran-1 adalah "menguji sistem perangkat keras dan perangkat lunak guna membuktikan teknologi manuver di orbit dalam hal ketinggian dan fase."
Negara-negara Barat, termasuk AS, telah menyuarakan kekhawatiran bahwa aktivitas rudal Iran melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231.
Mereka mengeklaim bahwa Iran menggunakan program satelitnya untuk menutupi pengembangan rudal balistik antarbenua, yang dapat mengancam Timur Tengah dan Eropa.
Iran membantah tudingan itu dengan mengatakan bahwa rudal yang mereka kembangkan adalah rudal konvensional dan mematuhi resolusi PBB yang mendukung Perjanjian Nuklir 2015.
Pada Januari, Iran juga berhasil meluncurkan satelit Soraya dan menempatkannya pada orbit di ketinggian 750 km dari Bumi.
Sumber: Anadolu-OANA
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran berhasil luncurkan satelit penelitian Chamran-1 ke antariksa
"Satelit itu berada pada orbit 550 km pada Sabtu pagi menggunakan Qaem-100, wahana peluncur antariksa berbahan bakar padat yang dikembangkan oleh para pakar kedirgantaraan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)," kata kantor berita negara Iran, IRNA, dalam laporannya.
Qaem-100 menyelesaikan uji terbang suborbital pada November 2022.
Menurut laporan itu, misi utama Chamran-1 adalah "menguji sistem perangkat keras dan perangkat lunak guna membuktikan teknologi manuver di orbit dalam hal ketinggian dan fase."
Negara-negara Barat, termasuk AS, telah menyuarakan kekhawatiran bahwa aktivitas rudal Iran melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231.
Mereka mengeklaim bahwa Iran menggunakan program satelitnya untuk menutupi pengembangan rudal balistik antarbenua, yang dapat mengancam Timur Tengah dan Eropa.
Iran membantah tudingan itu dengan mengatakan bahwa rudal yang mereka kembangkan adalah rudal konvensional dan mematuhi resolusi PBB yang mendukung Perjanjian Nuklir 2015.
Pada Januari, Iran juga berhasil meluncurkan satelit Soraya dan menempatkannya pada orbit di ketinggian 750 km dari Bumi.
Sumber: Anadolu-OANA
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran berhasil luncurkan satelit penelitian Chamran-1 ke antariksa
Pewarta : Katriana
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMI dan Universiti Malaya Malaysia kolaborasi luncurkan buku "Bugis Islam in the Malay World"
23 October 2025 18:02 WIB
Publik berharap Koperasi Merah Putih dapat atasi masalah barang mahal dan langka
22 July 2025 0:46 WIB
Presiden Prabowo dijadwalkan luncurkan logo dan tema HUT Ke-80 RI pada Jumat hari ini
18 July 2025 9:02 WIB
Maruarar mengaku sudah tahu nama pimpinan Danantara yang ditunjuk Presiden
22 February 2025 14:45 WIB
Malaysia kaji kelayakan pengembangan stasiun peluncuran ke luar angkasa
14 September 2023 20:23 WIB, 2023
Terpopuler - Dunia
Lihat Juga
Anwar Ibrahim tolak desakan oposisi terkait isu penyerahan lahan ke Indonesia
30 January 2026 23:56 WIB
ASEAN-Rusia sepakat dorong eksplorasi destinasi baru untuk diversifikasi wisata
30 January 2026 23:21 WIB
Anwar terima Panglima Tentera Darat, tekankan tak ada kompromi untuk rasuah
29 January 2026 14:28 WIB