
Anwar soal praktik ilegal: Saya sampai pada titik hilang kesabaran

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan dirinya sudah sampai pada titik kehilangan kesabaran atas praktik penyelundupan, korupsi dan kegiatan ilegal lain yang masih terjadi di Malaysia.
"Saya telah mencapai titik kehilangan kesabaran dan merasa bahwa masih ada kelemahan dan ruang yang harus diperbaiki," tegas Anwar dalam pidatonya di acara pertemuan dengan para ketua penegak hukum Malaysia, di Putrajaya, Rabu.
Anwar mengatakan bahwa setelah tiga tahun memimpin pemerintahan Malaysia, dirinya menjadi lebih memahami kekuatan dan kelemahan pemerintahan.
Anwar pun mengakui ada celah-celah yang harus segera diperbaiki, karena dapat menjadi kelemahan yang tidak dapat ditoleransi, misalnya terkait penyelundupan, korupsi dan praktik ilegal lain – terutama yang mendapat perlindungan dari oknum aparat penegak hukum.
"Jadi, saya ingin memberikan saran yang cukup tegas dan singkat. Jika anda (penegak hukum) mendapat amanah dan merasa kurang mampu melaksanakannya, karena tantangan terlalu besar dan ujiannya terlalu sulit, saya sarankan anda beri tahu atasan, atau saya sendiri, atau menteri, atau jaksa agung, bahwa anda belum siap mengambil langkah berani," tegas Anwar.
Menurut Anwar, dengan pengakuan semacam itu, maka akan terbuka jalan bagi orang lain yang memiliki kemampuan, untuk bisa mengambil posisi dan bekerja dengan baik.
Anwar pun memberi waktu satu pekan kepada para penegak hukum untuk merenungkan hal tersebut.
Dia menegaskan pemerintah Madani yang dipimpinnya ingin menyelamatkan negara, karena Malaysia memiliki potensi yang sangat baik.
Di sisi lain, kata Anwar, masyarakat Malaysia pada umumnya juga berharap dan mendambakan reformasi.
"Jadi, saya berharap bahwa minggu ini kita akan benar-benar merenung. Saya, di tingkat tertinggi, merenungkan bersama apakah kita bersedia untuk mengambil tindakan," kata Anwar.
Anwar menyatakan akan menghormati apabila ada aparat penegak hukum yang memilih pindah ke posisi lebih rendah, karena mengakui ketidakmampuannya melaksanakan tanggung jawab.
Sebaliknya, apabila para aparat penegak hukum bersedia menerima tanggung jawab, maka Anwar berharap para penegak hukum bekerja dengan sebaik-baiknya.
Anwar dalam kesempatan itu mempertanyakan, bagaimana mungkin Malaysia membiarkan penyelundupan terjadi secara terang-terangan, seolah buta atas pelanggaran di perbatasan.
"Apakah rakyat kita telah kehilangan nilai kebenaran? Apa itu kebijaksanaan, apa itu kebaikan, apa itu keadilan, apakah mereka sama sekali tidak memahaminya? Sehingga kita bisa membiarkan ini terjadi," sesalnya.
Anwar menyerukan kepada seluruh pihak, apabila Malaysia tidak ingin membiarkan praktik ilegal terus-menerus terjadi, maka semua jajaran harus bekerja sebagai sebuah tim.
Anwar meminta semua pihak tidak lagi bersikap tak acuh, serta mudah memaafkan. Dia meminta jajaran penegak hukum untuk bertindak segera.
"Mengapa saya sedikit kesal? Karena saya tahu bahwa jika kita membuat daftar jumlah orang baik dan hebat, banyak saudara dan saudari yang telah berjasa dalam pengabdian mereka. Itu tidak dapat disangkal atau ditolak, tetapi kenyataan juga memaksa kita untuk merenung, berpikir serius, apakah kita ingin melanjutkan aktivitas kita seperti biasa, dengan ceroboh," kata Anwar.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
